Disidak Komisi II, Limbah Ex PT Royal Coconut Mengalir ke Pemukiman Warga

Caption : Komisi II Saat Turun Lapangan Tinjau Limbah Ex PT Royal Coconut,

MINUT, SwaraKawanua.ID- Adanya laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi pencemaran lingkungan di Saronsong Satu (Dembet) oleh PT Royal Coconut, langsung ditindaklanjuti oleh Komisi II DPRD Minut.

Megahmark

Dibawah pimpinan Ketua Komisi II Jimmy Mekel di dampingi Wakil Ketua DPRD Minut Olivia Mantiri, selanjutnya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di PT Royal Coconut Selasa (9/2/2021) lalu.

Di hasil sidak tersebut, para wakil rakyat banyak menemukan pelanggaran oleh PT Royal Coconut. Yang paling di soroti yakni Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

“Sidak ini kami lakukan guna menindak lanjuti laporan masyarakat. Sebagaiman limbah dari PT tersebut telah meluap melalui selokan,” kata Stendy Rondonumu Anggto Komisi II.

SSR sapaan akrab anggota DPRD dari Partai Demokrat ini dengan tegas mengatakan IPAL PT Royal Coconut ini tidak sesuai dengan aturan yang ada.

“Yang ada hanya saluran pembuangan limbah air kelapa. Kami dapati di pemukiman air kelapa mengalir sampai ke pemukiman warga kelurahan Sarongsong Satu dan kelurahan Rap-rap kecamatan Airmadidi. Sehingga, adanya limbah tersebut .enimbulkan bau busuk dan sumur-sumur warga di seputaran Kompleks Ex Pabrik PT Poleko tersebut tercemar sehingga tidak bisa digunakan,” kata SSR dengan tegas.

Ditempat yang sama Ketua Komisi II Jimmy Mekel menuturkan kegiatan ini, merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD.
“Dengan adanya hasil kunjungan ini, dalam waktu dekat kami komisi 2 akan panggil untuk hearing pihak perusahan bersama instansi terkait dalam hal ini dinas lingkungan hidup,” tambah Mekel.

Sementara itu, masyarakat sekitar yang terkena dampak limbah mengatakan hal ini sudah berlarut begitu lama. Deny menjelaskan jika hujan turun air limbah sering meluap bahkan air sumur sendri terkena dampaknya.

“Bukan hanya air sumur saja. Tiga tahun lalu ikan-ikan di kolam saya juga mati karena sampah limbah dari perusahaan,” kata Deny.

“Saya berharap hal ini dapat diperhatikan oleh pihak perusahaan karena hal ini sudah berlangsung terlalu lama dan kami sudah merasakan dampaknya,” tambahnya. (Mesakh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *