8 Kecamatan Terendam Air, Dua Tewas Diterjang Banjir/Tanah Longsor

Caption Foto: Kondisi Banjir di Salah Satu Kelurahan di kota Manado

Manado, SwaraKawanua.ID-Hujan lebat.yang mengguyur kota Manado Jumat (23/01/2021) kemarin siang hingga malam hari mengakibatkan delapan kecamatan di wilayah kota Manado diterjang banjir dan tanah longsor.

Megahmark

Delapan kecamatan yang terendam air diantaranya Wanea, Sario, Paal Dua, Tikala, Wenang, Tuminting, Singkil dan Malalayang. Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang kota Manado mengakibatkan dua orang dilaporkan meninggal dunia. Kedua orang yang meninggal yakni satu korban Banjir di kecamatan Sungkil dan satu lainnya korbn tanah longsor di kecamatan Wanea.

Kepala BPBD kota Manado, Donald Sambuaga menuturkan, ketinggian air yang merendam delapan kecamatan berkisat 650-400 cm dari permukaan tanah. Dia menuturkan korban material akibat belasan ribu rumah yang terendam air masih sementara dihitung oleh pihaknya.

Dia menegaskan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Basarnas, pihak TNI/Polri, Tim Relawan serta Tagana dalam upaya penanggulangan korban bencana banjir dan tanah longsor di kota Manado.

“Bersama tim TNI/Polri melakukan evakuasi kepada warga korban Banjir di delapan kecamatan,” ujar Kepala BPBD kota Manado ini. Lanjut dikatakan Donald Sambuaga, intensitas curah hujan di kota Manado masih cukup tinggi sehingga warga diingatkan untuk tetap mewaspada terhadap cuaca ekstrim saat ini.

“Beberapa hari ke depan, curah hujan masih tinggi, karena itu warga yang berada di aliran sungai Tondano diimbau untuk tetap mewaspadai kondisi yang terjadi saat ini. Mantan Camat Wenang ini menbahkan, pihaknya telah memerintahkan seluruh Camat untuk melaporkan data akurat korban Banjir dan tanah longsor di kota Manado.

“Sesuai laporan Camat, lkurah-lurah sementara melakukan pendataan korban bencana dan material,” jelas Sambuaga. (dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *