Tatahede 6 Tahun, Salindeho 7 Tahun Penjara

Manado, SwaraKawanua.ID-Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Manado akhirnya menjatuhkan vonis selama 7 (tujuh) tahun penjara dan  denda sebesar Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan serta membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000 terhadap terdakwa Fence Dolfianus Salindeho  selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bantuan dana pasca banjir kota Manado tahun 2014, Senin (18/01) kemarin.

Terdakwa terbukti bersalah secara sah bersama-sama dengan terdakwa Maxmilian (Mantan Kaban BPBD) divonis hukuman  6 tahun penjara dalam penyalahgunaan dana bencana kota Manado.

Megahmark

Sementara, terdakwa Ir. Yeny (rekanan/direktur utama PT. Kogas) dihukum 8 tahun penjara dan Ir. Agus (rekanan/direktur operasional PT.Kogas) dihukum 7 tahun penjara. Karena melakukan  Tindak Pidana Korupsi Dana bantuan pasca Banjir Manado Tahun 2014 yang merugikan negara sekitar Rp.6.3 Milyar.

Sebagaimana dimaksud dalam dakwaan Primair pasal 2 ayat (1) UU UU No.31 thn 1999 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Vonis majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Saor Simorangkir, yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 8 tahun penjara.

Selanjutmya majelis hakim pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Manado memberikan kesempatan kepada jaksa penuntut umum, terdakwa dan penasehat hukumnya untuk berpikir pikir selama 1 minggu. Untuk menyatakan banding atau menerima putusan tersebut.

Putusan majelis hakim tersebut menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado Maryono,SH.MH, sudah cukup memenuhi rasa keadilan masyarakat dan diharapkan dapat memberikan efek jera bagi terdakwa karena terdakwa sebelumnya pernah menjalani hukuman dalam perkara lain.

“Lebih lanjut Maryono, berharap agar tidak terjadi lagi korupsi di kota Manado terlebih lebih korupsi terhadap  bantuan untuk orang yang sedang mengalami musibah bencana alam,” ungkapny. (dns/tps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *