Difasilitasi Tonaas Wangko Ishak Tambani, Gejolak Desa Laikit dan Dimembe Hanya Miss Komunikasi

Minut, Swarakawanua.id – Sempat viral di media sosial dimana Hukum Tua Laikit Frans Rotty Manua mengahalangi masyarakat dan tua-tua adat Desa Dimembe yang akan menuju ke Waruga Selasa (23/1/24) kemarin ternyata hoax.

Melihat hal tersebut memiliki potensi untuk memecah belah kedua Desa tersebut. Ketua Umum/Tonaas Wangko Pa’esaan Ne Tu’a Tu’a Minaesa Ishak Tambani dengan beberapa ketua-ketua Ormas dan LSM turun langsung untuk mencari tahu kebenaran akan hal tersebut.

Megahmark

Alhasil pada pertemuan tersebut berdasarkan keterangan Hukum Tua Laikit Frans Rotty Manua bahwa hal tersebut tidak lah benar. Dijelaskannya, tidak ada yang menghalangi masyarakat Desa Dimembe untuk berziarah ke Waruga untuk Rumages Umbanua.

“Saya malah menyambut tua-tua adat diperbatasan tidak menghalangi mereka ketika akan masuk ke Desa Laikit. Kami dan Panitia sudah ada kesepakatan yang akan pergi ke Waruga hanya 20 orang,” ucapnya.

“Sedangkan untuk isu bahwa kami akan meniadakan adat serta budaya tersebut itu tidaklah benar. Sebab Desa Dimembe dan Laikit sudah sudah akan melaksanakan acara tersebut secara sendiri-sendiri,” sambungnya.

Kulu biasa Hukum Tua Laikit ini disapa menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut terjadi dengan panitia Rumages Umbanua Desa Dimembe yang diwakili oleh Bendahara panitia.

“Harapannya kedepan ini dapat disampaikan secara tertulis agar tidak terjadi Miss komunikasi seperti kemarin,” tambah Kulu.

Disamping itu, Hukum Tua Desa Dimembe Feysi Mangkang menyatakan bahwa adat Rumages Umbanua sudah ada sejak lama. Menurutnya, hal ini sudah turun temurun dilakukan tidak ada dasar untuknya meniadakan hal tersebut.

“Kami tidak menolak apalagi meniadakan adat tersebut. Kami tetap akan menggelar hal itu akan tetapi ada hal atau cara-cara yang berbeda namun karena hal itu tidak semudah membalikan telapak tangan sehingga muncullah cibiran-cibiran seperti itu. Akan tetapi pada intinya kami tidak menolak apalagi menghilangkan adat tersebut,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Camat Dimembe Alfons Tintingon menjelaskan pada pertemuan tersebut Hukum Tua Desa Laikit tidak menghalangi, membatasi ataupun meniadakan acara adat yang sudah ada sejak lama.

“Karena ini telah viral di media sosial dan berdasarkan penjelasan tadi jadi ini tidak ada yang mengahalangi, memebatasi atau pun meniadakan adat yang sudah berjalan sejak lama pada intinya ini hanya Miss komunikasi,” kata Tintingon.

“Untuk itu saya berharap bagi masyarakat yang tidak tahu bertanyalah kepada yang tahu jangan bertanya kepada yang tidak tahu agar tidak terjadi Miss komunikasi seperti ini,” tambah Tintingon.

SementaraKetua Umum/Tonaas Wangko Pa’esaan Ne Tu’a Tu’a Minaesa Ishak Tambani menjelaskan pertemuan tersebut Hukum Tua Laikit dan Dimembe sudah menjelaskan bahwa isu akan ditiadakannya adat Pa’toren Wanua tidaklah benar.

“Jadi itu Hoax. Hukum tua Laikit juga sudah menjelaskan bahwa dia tidak mengahalangi tua-tua adat Desa Dimembe yang akan ke Waruga dia bahkan menerima akan tetapi ada aturan-aturan yang sudah disepakati. Misalnya, yang akan ke Waruga hanya 20 orang dan itu bukan dibatasi akang tetapi ada kesepakatan antara Hukum Tua Laikit dan Panitia,” bebernya.

“Termasuk adanya isu bahwa hukum tua Laikit dan Dimembe akan meniadakan adat tersebut itu Hoax nyatanya mereka masih mendukung acara adat tersebut berlangsung. Pada intinya ini hanyalah masalah Miss Komunikasi,” tambahnya sembari berharap masyarakat untuk tidak langsung percaya kepada berita-berita yang beredar sebab bisa jadi itu Hoax.

Turut hadir pada pertemuan tersebut Babinsa dan Beberapa Ketua LSM serta Ormas Adat Minahasa. (Mesakh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *