Diungkap Polres Talaud, Pelaku Pembuangan Bayi Adalah Seorang Mahasiswi

Talaud,SwaraKawanua.id-Masyarakat Talaud khususnya di Desa Serah Satu, Kecamatan Lirung, sempat digegerkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki dalam kondisi tak bernyawa.

Megahmark

Bayi tak berdosa itu pertama kali ditemukan oleh seorang perempuan bernama Maria Gumolung, yang juga warga setempat.

Namun kasus pembuangan bayi itu akhirnya diungkap Polres Talaud bersama Polsek Lirung.

Pelaku pembuangan bayi tercatat sebagai seorang mahasiswi, berinisial EPA alias Ellyng (18), warga Desa Dapalan.

Pelaku EPA saat ditahan di Mapolres Talaud untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kronologisnya, setelah heboh kasus pembuangan bayi kemudian aparat kepolisian bergerak cepat mendatangi TKP.

Tim Polres Talaud kemudian melakukan olah TKP sekaligus membuat permintaan Visum. Bayi tak bernyawa itu kemudian dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan.

Personil Sat Reskrim Polres Kepulauan Talaud terdiri dari unsur piket, Resmob dan Unit Identifikasi dipimpin oleh KBO Reskrim IPDA Yerry Tumundo dslan Kapolsek Lirung, AKP Rolly B. Maholeh.

Dari hasil oleh TKP, pemeriksaan terhadap Para saksi dan tersangka diperoleh fakta-fakta bahwa pada hari Rabu tanggal 17 Mei 2023 sekitar pukul 15.00 Wita pelaku berinisial (EPA) alias Ellyng 18 tahun, bersama temannya bernama Viona Valeria Sinadia, berangkat menuju Desa Sereh I Kecmatan Lirung dengan dijemput oleh dua teman laki-laki masing bernama Ichat Kilapong dan Delom Manaida menggunakan sepeda motor.

” Pelaku EPA, warga Desa Dapalan yang diketahui masih berstatus mahasiswi bersama ketiga rekanya tersebut tiba di Desa Sereh Kecamatan Lirung dan menginap di Pastori GERMITA WISONGKARAMATTA karena antara pelaku dengan ketua jemaat Wisongkaramatta Sereh saling kenal, karena sebelumnya ketua jemaat Wisongkaramatta Sereh Pdt. Nikson Mayaut pernah bertugas di jemaat Dapalan,”

Selanjutnya,Pada hari Kamis tanggal 18 Mei 2023 pelaku mengikuti ibadah di Gereja Germita Wisongkaramatta Sereh dan pada hari kamis sore pelaku sempat berolahraga Volleybal di lapangan Desa Sereh.


Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 19 Mei 2023 sekitar pukul 24.00 wita pelaku mengalami sakit perut dan sakit pinggang. Pelaku menuju ke dalam kamar mandi / wc kemudian pelaku berusaha untuk mengeluarkan bayi dari dalam kandungan dan setelah itu bayi lahir dan jatuh di dalam lubang kloset.

Bayi bersama plasentanya lalu diangkat dan diletakan di atas lantai kamar mandi, selanjutnya pelaku meminta satu buah tas plastik warna hitam kepada perempuan Prem Mayaut ( anak dari Pdt. Nikson Mayaut, S.Th) .

Selanjutnya pelaku mengisi bayi dan plasentanya ke dalam tas plastik dan kemudian pelaku keluar dari kamar mandi dengan membawa tas plastik tersebut yang berisi bayi dan plasentanya dan kemudian pelaku melempar tas plastik tersebut keluar melalui jendela kamar lantai dua Pastori Jemaat Germita Wisongkaramatta.

“Pelaku kemudian melempar arah tanah kosong yang berada di samping kanan Gedung Pastori tersebut, dan kemudian pelaku langsung beristirahat tidur, “Ungkap Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Dandung Putut Wibowo melalui Kasi Humas AKP Olden Arunde

Lebih jauh diterangkan, pada hari Sabtu tanggal 20 Mei 2023 sekitar pukul 07.00 wita pelaku bangun tidur dan dilanjutkan dengan sarapan pagi.

“Sekitar pukul 10.00 wita pelaku dijemput oleh lelaki Delon Manaida dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua dan langsung menuju Kelurahan Lirung Kecamatan Lirung, tepatnya di rumah kos milik dari Keluarga Essing – Lalintia yang merupakan tempat tinggal sementara pelaku,” ungkap Kapolres Talaud.

” Motif Pelaku nekat melakukan tindakan yang melawan hukum ini karena takut, apabila ketahuan oleh pacarnya lelaki Delon bahwa sudah dirinya hamil duluan, ” terang Arunde

Pelaku sempat ditahan di Sel Mapolsek Lirung, namun dengan pertimbangan bahwa peristiwa ini adalah tidak pidana yang berhubungan dengan PPA, maka penanganannya dilimpahkan ke Polres Kepulauan Talaud.(fw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *