{"id":11619,"date":"2022-01-14T11:00:44","date_gmt":"2022-01-14T11:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=11619"},"modified":"2022-01-14T11:00:46","modified_gmt":"2022-01-14T11:00:46","slug":"jadi-rumah-hantu-ribuan-rumah-korban-bencana-terancam-ditarik-pemkot-manado","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=11619","title":{"rendered":"Jadi &#8216;Rumah Hantu&#8217;, Ribuan Rumah Korban Bencana Terancam Ditarik Pemkot Manado"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Caption<\/strong>: Plt Kepala BPBD Kota Manado Peter Eman Bersama Tim Saat Melihat Rumah Yang Sudah Ditutupi Rerumputan. (*).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Manado, Swarakawanua.id-Dari total 2.047 unit rumah korban bencana yang dibangun di kelurahan Pandu, kecamatan Bunaken, kota Manado, ternyata tidak lebih dari setengah yang dihuni penerima bantuan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan ribuan rumah yang tidak di tempat warga terancam diambil kembali oleh Pemkot Manado.. Hal itu diungkapkan Plt Keban BPBD Kota Manado Peter Alexander Eman, Kamis (13\/1\/2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado lanjut Peter Eman, akan mengambil tindakan tegas terhadap penerima bantuan rumah setelah melakukan pendataan kembali.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"392\" src=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20220114_185322.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11621\" srcset=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20220114_185322.jpg 720w, https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20220114_185322-300x163.jpg 300w, https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20220114_185322-696x379.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Menurut Eman, masih banyak masyarakat yang tidak menempati atau memanfaatkan rumah bantuan pemerintah tersebut. Bahkan terkesan dibiarkan rusak oleh penerima bantuan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSementara ini kami tengah lakukan pendataan, karena masih banyak masyarakat penerima manfaat rumah bantuan tapi tidak tinggal dan dibiarkan rusak,\u201d terang Eman.<\/p>\n\n\n\n<p>Lanjut katanya, selesai pendataan pihaknya akan layangkan surat peringatan dan apabila tidak mengindahkan pihaknya akan melakukan penarikan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBagi yang tidak tinggal, kami berikan surat peringatan kemudian melakukan penarikan. Karena rumah yang tidak tinggal bisa dimanfaatkan buat masyarakat lain yang benar-benar sangat membutuhkan,\u201d ujar Peter Eman.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut ditambahkan Eman, dari 2047 unit rumah, tidak sampai setengah di tempati penerima bantuan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak sampai setengah dari jumlah 2047 unit rumah yang dibangun bagi warga korban bencana. Sehingga banyak rumah hanya dibiarkan hingga rusak bahkan ada rumah sudah tidak kelihatan karena tertutup dengan rumput dan banyak sudah rusak pula,\u201d jelas Plt Kadis BPBD kota Manado.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan pantauan di lapangan sejumlah fasilitas telah disiapkan Pemerintah seperti jalan sudah aspal, listrik, air, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, taman bermain dan lapangan olahraga.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya ribuan rumah tidak dihuni oleh warga penerima bantuan. Bahkan terkesan sudah menjadi rumah hantu. (Danz).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Caption: Plt Kepala BPBD Kota Manado Peter Eman Bersama Tim Saat Melihat <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=11619\" title=\"Jadi &#8216;Rumah Hantu&#8217;, Ribuan Rumah Korban Bencana Terancam Ditarik Pemkot Manado\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11620,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-11619","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-manado"},"views":881,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11619"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11619"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11619\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11622,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11619\/revisions\/11622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11619"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=11619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}