{"id":16775,"date":"2022-05-27T14:59:19","date_gmt":"2022-05-27T14:59:19","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=16775"},"modified":"2022-05-27T15:01:53","modified_gmt":"2022-05-27T15:01:53","slug":"mau-enjoy-dj-cantik-punya-tarif-main-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=16775","title":{"rendered":"Mau Enjoy? DJ Cantik Manado Punya Tarif Main Sendiri"},"content":{"rendered":"\n<p>Captio: DJ Ribka Saat Tampil. (&#8220;).<\/p>\n\n\n\n<p>Manado, Swarakawanua.id-Bagi kaula muda yang suka glamor and gaul-gaul pasti tidak asing lagi nama Runny Ribka Lumempouw. Perempuan cantik kelahiran 18 Juni 1994, adalah musisi elektronik, DJ (Disc Jockey). Atau akrab dengan sebutan DJ Ribka.<\/p>\n\n\n\n<p>Nama DJ Ribka cukup familiar di blantika hiburan Sulawesi Utara. Pasalnya, dibawa manajemen LA Studio School Entertainment, nama dan musik yang dibawanya diakui dan mulai semakin di kenal oleh publik.<\/p>\n\n\n\n<p>Ribka sendiri merupakan anak dari seorang Nelayan. Ayahnya bernama Hanny Lumempow. Menurut informasi, ayahnya meninggal tahun 2009 saat itu Ribka masi duduk di bangku SMK.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"178\" src=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG-20220527-WA0089-300x178.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-16777\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><br>Sebagai seorang Disc Jockey (DJ), Ribka punya impian ingin semakin lebih sukses di dunia hiburan, bahkan dia punya misi untuk mengembangkan kariernya ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak memulai karir DJ di Tahun 2021, Ribka saat di wawancarai Jumat (27\/5\/2022), dirinya langsung diajak bermain DJ di The Lotus Resort, tepatnya di Mokupa, daerah Tombariri, Kabupaten Minahasa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaat itu, saya langsung dikenalkan oleh ketua manejemen Bapak Yusdhi S Manoarfa,&#8221; ucap Ribka.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Ribka sosok Yusdhi S Manoarfa adalah salah satu pemain DJ yang dikenalnya sangat berjasa di balik kesuksesannya saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena selain ketua manajemen di LA Studio School, dia juga salah satu pemain DJ yang saya kenal sudah sangat senior.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDia inilah sosok yang saya anggap punya peran penting di balik keberhasilan saya.Karena lewat dia saya bisa belajar musik DJ dan dikenal sampai ini. Saat itu saya belajar bermain musik DJ selama dua bulan lebih, itu di bulan Mei \u2013 Juli 2021 dan langsung di bimbing oleh beliau,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Tiga bulan saya diajar bermain DJ, dan tidak disangka hasilnya menjadi luar biasa sebab langsung di tampilkan di iven out dor yang digelar di The Lotus Resort.<br>Saya bersyukur saat ini sudah bisa bermain di banyak Cafe, ada sekitar 20 lebih Cafe club di kota Manado.<br>Bahkan kalau ada iven tertentu (iven out dor) saya sering di undang, misalkan di iven Hut, iven privat party , iven adventur dan iven komunitas,\u201d tutur Ribka.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"178\" src=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG-20220527-WA0091-300x178.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-16778\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Menurut Ribka, sebagai seorang DJ yang sudah punya jam terbangnya sendiri, dia mengaku bahwa ada patokan harga yang biasa digunakan.<br>Pertama, sudah pasti lama maksimal main seorang DJ tersebut. Ribka mencontohkan dirinya yang punya maksimal main selama 1,5 jam bisa mendapat bayaran Rp 1 juta. Sementara, kalau lebih dari lama waktu itu, ya tarifnya pun ikut naik.<br>\u201cKarena mixing lagu itu susah. Jadi, 1 jam aja itu udah lama banget sebenarnya. Mantengin lagu apa, satu lagu kan paling 2-3 menit. Terus kami mixing lagi, kebayang dong 1 jam harus mixing berapa lagu,\u201d ujar Ribka kepada media ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Disingung soal harga tiap kali manggung ? Ribka menjelaskan semua tergantung faktor pendukung wilayah.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu menentukan harga, di mana ia akan tampil. Riibka memetakan satu itu untuk 2 jam untuk tampil di wilayah Kota Manado, Kota Bitung.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara, untuk luar kota tentu beda lagi harganya. Pendapatan sebagai pemain DJ Puji Tuhan Kadang bisa mencapai 15 \u2013 20 juta dalam Sebulan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cCuma saja memang pada waktu situasi pandemi covid-19 pendapatan saya dan teman \u2013 teman pemain DJ sempat menurun jauh, \u201cbahkan banyak dari kami yang di istirahatkan atau di rumahkan, karena pada itu ada banyak Cafe dan club yang saat itu lagi di tutup,&#8221; tutur dia<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir Ribka menjelaskan, dirinya berprinsip apa pun yang dikerjakan, sekecil apa pun itu, akan bekerja untuk kemuliaan Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya punya keyakinan, jika saya berhasil Tuhanlah yang membuat saya berhasil, dan itu harus saya syukuri, hingga saat ini,\u201d tukas Ribka. (Danz*).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Captio: DJ Ribka Saat Tampil. (&#8220;). Manado, Swarakawanua.id-Bagi kaula muda yang suka <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=16775\" title=\"Mau Enjoy? DJ Cantik Manado Punya Tarif Main Sendiri\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16776,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-16775","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ekbis"},"views":4877,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16775"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16775"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16775\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16780,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16775\/revisions\/16780"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16775"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=16775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}