{"id":21271,"date":"2022-11-04T15:08:32","date_gmt":"2022-11-04T15:08:32","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=21271"},"modified":"2022-11-06T15:09:22","modified_gmt":"2022-11-06T15:09:22","slug":"ieefa-apresiasi-langkah-konkret-pln-wujudkan-transisi-energi-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=21271","title":{"rendered":"IEEFA Apresiasi Langkah Konkret PLN Wujudkan Transisi Energi di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, Swarakawanua.id-\u2013 PT PLN (Persero) melakukan berbagai upaya untuk mendorong transisi energi. Menurut Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), langkah PLN tersebut perlu diapresiasi dan didukung karena inisiatif ini konkret terealisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Energy Finance Analyst IEEFA Elrika Hamdi menjelaskan, dulu 80 persen pembiayaan pembangkit yang masuk ke Indonesia untuk pembangkit batubara. Sementara, seiring perubahan global saat ini negara seperti Jepang, Cina dan Korea lebih banyak mengalokasikan pembiayaan untuk energi bersih.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMaka ini seiring dengan rencana PLN dalam meningkatkan porsi energi bersih di sektor pembangkitan. Hal ini perlu didukung sebagai langkah bersama revolusi energi global,\u201d ujar Elrika.<\/p>\n\n\n\n<p>Elrika menilai untuk bisa mempercepat agenda transisi energi ini diperlukan langkah kunci. Pertama, perlu adanya kerangka kebijakan yang dirancang dengan baik dan penuh insentif yang memudahkan investor masuk ke Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, memaksimalkan potensi sumber daya alam yang saat ini dimiliki Indonesia sebagai basis energi. Hal ini sudah dilakukan PLN dengan memetakan potensi sumber daya alam dalam mendukung ketahanan energi dan juga energi yang efisien.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKetiga aksi pemerintah Indonesia dalam meluncurkan Energy Transition Mechanism (ETM) adalah langkah progresif yang perlu didukung untuk bisa memudahkan skema investasi yang menguntungkan dan memudahkan,\u201d ujar Elrika.<\/p>\n\n\n\n<p>Keempat adalah menyelaraskan dan membangun kepercayaan investor dan juga lenders dalam memberikan pembiayaan hijau yang murah dan berbunga rendah. \u201cTentu saja hal ini perlu didukung dengan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pembiayaan,\u201d tambah Elrika.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menilai, langkah yang dilakukan PLN dalam mengemas rencana proyek mampu meningkatkan kepercayaan investor dalam berinvestasi di sektor pembangkit EBT. PLN juga perlu menciptakan teknologi agar pembangunan tetap mengutamakan efisiensi dan juga keandalan pasokan listrik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKolaborasi memang menjadi hal yang penting dalam mewujudkan agenda transisi energi ini,\u201d terang Elrika.<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, PLN melakukan sejumlah inisiatif dalam mendukung agenda dekarbonisasi. Salah satunya adalah memensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan gencar membangun pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Dalam menjalankan proyek mengejar target net zero emission, PLN menyambut dukungan internasional dari sisi pembiayaan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami berencana menggunakan sepenuhnya pembiayaan ini untuk mendukung pembangunan program-program berbasis EBT,\u201d ujar Darmawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Darmawan menjelaskan dukungan internasional dan kolaborasi diperlukan dalam mendukung misi PLN dalam upaya menyukseskan transisi energi di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHal ini membuktikan bahwa PLN mendapat kepercayaan dari kreditur dan investor internasional sehingga PLN mendapatkan pembiayaan dengan pricing yang kompetitif seperti ini di tengah situasi pasar dan ekonomi yang penuh dengan ketidakpastian dan volatile,\u201d pungkas Darmawan. (Danz*).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Swarakawanua.id-\u2013 PT PLN (Persero) melakukan berbagai upaya untuk mendorong transisi energi. <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=21271\" title=\"IEEFA Apresiasi Langkah Konkret PLN Wujudkan Transisi Energi di Indonesia\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21272,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-21271","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-edukasi"},"views":526,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21271"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21271"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21273,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21271\/revisions\/21273"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21271"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=21271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}