{"id":2199,"date":"2020-12-06T02:59:29","date_gmt":"2020-12-06T02:59:29","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=2199"},"modified":"2020-12-06T02:59:36","modified_gmt":"2020-12-06T02:59:36","slug":"bansos-covid-19-kpk-tangkap-mensos-ri-tadi-subuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=2199","title":{"rendered":"Bansos Covid 19, KPK Tangkap Mensos RI Tadi Subuh"},"content":{"rendered":"\n<p>Mensos saat menaikki tangga gedung KPK<\/p>\n\n\n\n<p>Jakarta, SwaraKawanua.ID-Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sempat diminta serahkan diri usai ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi program bantuan sosial Covid-19. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri pada Minggu (6\/12\/2020) dini hari.<br><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami imbau, kepada para tersangka saudara JPB (Juliari Peter Batubara) dan AW untuk segera menyerahkan diri kepada KPK. Karena KPK akan terus mengejar sampai saudara-saudara tersebut tertangkap,&#8221; kata Firli.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tak lama setelah pernyataan Firli tersebut, tim penindakan KPK akhirnya berhasil menangkap Juliari pada dini hari.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Juliari Batubara tiba di Gedung KPK pada Minggu (6\/12\/2020) dini hari sekitar pukul 02.45 WIB. Saat tiba, ia terlihat mengenakan jaket dan top hitam, celana cokelat, dan masker saat masuk ke dalam Gedung Merah Putih KPK.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Politikus PDI Perjuangan atau PDIP itu terlihat didampingi oleh sejumlah petugas lembaga antirasuah.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat awak media mencoba meminta tanggapannya, Juliari hanya merespons dengan melambaikan tangannya. Ia tak bicara sepatah kata pun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, Juliari melanjutkan langkahnya menaiki tangga gedung KPK. Di lantai dua Gedung KPK itulah, Juliari Batubara akan menjalani pemeriksaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua KPK Firli Bahuri sebelumnya telah mengumumkan Juliari ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 bersama empat orang lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun empat tersangka tersebut antara lain pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.<\/p>\n\n\n\n<p>Awalnya, kasus dugaan korupsi ini terbongkar lewat operasi tangkap tangan atau OTT KPK terhadap enam orang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><br>Mereka yang diamankan antara lain Matheus, Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama Wan Guntar, Ardian, Harry, dan Sanjaya pihak swasta, serta Sekretaris di Kemensos Shelvy N.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, tim penindakan KPK turut mengamankan uang sekitar Rp14,5 miliar yang terdiri atas pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Uang sebanyak itu disimpan di dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil yang disiapkan Ardian dan Harry.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai penerima suap, Juliari dijerat Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara Adi dan Matheus dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan pemberi suap, Ardian dan Harry dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (DN5)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mensos saat menaikki tangga gedung KPK Jakarta, SwaraKawanua.ID-Menteri Sosial Juliari Peter Batubara <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=2199\" title=\"Bansos Covid 19, KPK Tangkap Mensos RI Tadi Subuh\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2200,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-2199","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-sulut"},"views":796,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2199"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2199"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2201,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2199\/revisions\/2201"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2199"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=2199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}