{"id":27268,"date":"2023-07-09T02:35:41","date_gmt":"2023-07-09T02:35:41","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=27268"},"modified":"2023-08-01T02:36:44","modified_gmt":"2023-08-01T02:36:44","slug":"pln-bicara-dalam-world-water-forum-di-ugm-kedepankan-tata-kelola-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=27268","title":{"rendered":"PLN Bicara Dalam World Water Forum di UGM, Kedepankan Tata Kelola Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"\n<p> Yogyakarta,Swarakawanua.id-Pemanfaatan air menjadi salah satu aspek penting dalam proses bisnis PT PLN (Persero). Dalam acara rangkaian\u00a0workshop side event\u00a0menuju\u00a0The 10th World Water\u00a0Forum\u00a0pada tahun 2024 dengan tema\u00a0\u201cWater for Shared Prosperity\u201d\u00a0yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, PLN menunjukkan komitmennya dalam pemanfaatan air yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Herry Trisaputra Zuna menjelaskan pengelolaan air yang berkelanjutan menjadi prioritas pemerintah saat ini. Hal ini sejalan dengan prinsip&nbsp;Enviromental, Social and Governance&nbsp;(ESG) dan&nbsp;Sustainable Development Goals (SDGs).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPemerintah saat ini melakukan berbagai upaya untuk bisa meningkatkan pengelolaan air yang berkelanjutan. Pengelolaan air yang berkelanjutan berperan penting pada perubahan iklim dan kesejahteraan masyarakat,\u201d ujar Herry.<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, PLN juga terus berinovasi dalam transisi energi salah satunya dengan mengembangkan teknologi hidrogren untuk menghasilkan listrik. Apalagi, Indonesia sebagai negara agraris memiliki sumber daya air yang melimpah.<\/p>\n\n\n\n<p>PLN telah mengoperasikan 266 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan total kapasitas 18,9 Gigawatt (GW).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPLN memanfaatkan air untuk menghasilkan listrik bersih dan mampu melistriki jutaan masyarakat di seluruh Indonesia. Selanjutnya, PLN bertekad terus mengembangkan teknologi ketenagalistrikan yang berbasis hidrogen untuk mengurangi ketergantungan kita pada energi fosil. Ini juga dalam rangka mencapai target&nbsp;Net Zero Emission&nbsp;tahun 2060. ,\u201d ujar Darmawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Darmawan melanjutkan, sebagai BUMN yang memanfaatkan air untuk proses bisnisnya, PLN mengedepankan tata kelola yang berkelanjutan. Sepanjang tahun 2022, total konsumsi air PLN mencapai 24 juta metrik ton. Konsumsi air ini mayoritas digunakan untuk kegiatan operasional baik pembangkitan maupun domestik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami mengedepankan aspek keberlanjutan dalam penggunaan air ini. Kami juga melakukan efisiensi penggunaan air sehingga bisa mengurangi volume air baku yang dikonsumsi,\u201d ujar Darmawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, dalam kegiatan operasional pembangkit, PLN menggunakan air dengan sistem closed cycle atau penggunaan kembali sehingga meminimalisir limbah. PLN mengedepankan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pemanfaatan air untuk bisa mendukung efisiensi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cProgram efisiensi air ini justru berkontribusi pada masyarakat melibatkan&nbsp;stakeholder&nbsp;seperti kelompok masyarakat untuk penyediaan air dari sumber lain. Target dari program tersebut adalah mengoptimalkan penggunaan air untuk kegiatan pembangkit,\u201d tambah Darmawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Program efisiensi air yang dilakukan PLN mampu menurunkan pemakaian air baik untuk operasional pembangkitan maupun untuk kegiatan pendukung sebesar 23,12 juta metrik ton dari 33 pembangkit di PLN lewat prinsip 3R. (Danz*).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta,Swarakawanua.id-Pemanfaatan air menjadi salah satu aspek penting dalam proses bisnis PT PLN <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=27268\" title=\"PLN Bicara Dalam World Water Forum di UGM, Kedepankan Tata Kelola Berkelanjutan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27269,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-27268","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-edukasi"},"views":698,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27268"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27268"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27268\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27270,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27268\/revisions\/27270"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/27269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27268"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=27268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}