{"id":29478,"date":"2023-11-23T10:11:06","date_gmt":"2023-11-23T10:11:06","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=29478"},"modified":"2023-11-24T10:12:19","modified_gmt":"2023-11-24T10:12:19","slug":"bisa-produksi-green-hydrogen-dengan-cepat-begini-inovasi-yang-dilakukan-pln","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=29478","title":{"rendered":"Bisa Produksi Green Hydrogen dengan Cepat, Begini Inovasi yang Dilakukan PLN"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, Swarakawanua.id- PLN kini mampu memproduksi 199 ton hidrogen hijau <em>(green hydrogen).<\/em> Hidrogen tersebut diproduksi melalui 21 <em>Green Hydrogen Plant<\/em> (GHP) yang tersebar di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan akselerasi GHP ini merupakan hasil inovasi yang terus dilakukan PLN dalam menghadirkan energi alternatif yang ramah lingkungan untuk menjawab tantangan transisi energi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni merupakan wujud nyata dari kolaborasi bersama Kementerian ESDM dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Karya Inovasi ini kami lakukan dalam menjawab transisi energi. Memaksimalkan <em>existing facility<\/em> yang ada di pembangkit-pembangkit <em>thermal<\/em> kami, kemudian kami lakukan inovasi dengan memanfaatkan 100% EBT menjadi <em>green hydrogen,\u201d<\/em> tegas Darmawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Darmawan menambahkan pembangkit-pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) atau pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN sudah memiliki <em>hydrogen plant<\/em> dengan <em>electrolyzer.<\/em> Alat tersebut digunakan untuk memproduksi hidrogen yang digunakan untuk mendinginkan generator pembangkit listrik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari 21 unit <em>hydrogen plant<\/em> tersebut dapat menghasilkan 199 ton per tahun, namun hanya 75 ton per tahun yang digunakan untuk kebutuhan pendinginan generator pembangkit listrik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami melihat ada peluang untuk memanfaatkan hydrogen ini sebagai <em>value creation<\/em> yang bisa memberikan nilai tambah bagi bisnis kami, sekaligus mendukung transisi energi,\u201d ucap Darmawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melihat potensi yang ada, pihaknya melakukan inovasi dengan memanfaatkan <em>solar PV<\/em> yang terpasang di kawasan pembangkit PLN ditambah dengan <em>Renewable Energy Certificate<\/em> (REC) dari beberapa pembangkit EBT di Indonesia. Dengan cara tersebut, maka pihaknya dapat memproduksi 100 persen hidrogen hijau.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan inovasi tersebut, selain untuk pendingin generator pembangkit, <em>green hydrogen<\/em> kini bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara lain untuk industri pupuk, industri bahan kimia, cofiring pembangkit, hingga untuk <em>Fuel Cell Electric Vehicle<\/em> (FCEV),\u201d ucap Darmawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya menambahkan, untuk mengembangkan rantai pasok <em>green hydrogen<\/em> di Indonesia, PLN juga tengah mengembangkan infrastruktur <em>hydrogen refueling station<\/em> (HRS) yang nantinya akan digunakan untuk pengisian daya FCEV.<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan HRS sebagai <em>pilot project<\/em> di daerah Senayan, Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ini akan menjadi <em>hydrogen refueling station<\/em> pertama di Indonesia. Ini juga akan meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan yaitu mobil hidrogen,&#8221; pungkas Edwin pada 23 November 2023. (Danz*).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Swarakawanua.id- PLN kini mampu memproduksi 199 ton hidrogen hijau (green hydrogen). <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=29478\" title=\"Bisa Produksi Green Hydrogen dengan Cepat, Begini Inovasi yang Dilakukan PLN\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29479,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-29478","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-edukasi"},"views":462,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29478"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29478"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29478\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29480,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29478\/revisions\/29480"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29478"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=29478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}