{"id":30820,"date":"2024-03-14T18:02:54","date_gmt":"2024-03-14T18:02:54","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=30820"},"modified":"2024-03-14T18:02:58","modified_gmt":"2024-03-14T18:02:58","slug":"pln-gerak-cepat-telusuri-gangguan-pada-kelistrikan-tagulandang-tim-respon-cepat-diturunkan-untuk-percepatan-penormalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=30820","title":{"rendered":"PLN Gerak Cepat Telusuri Gangguan Pada Kelistrikan Tagulandang, Tim Respon Cepat Diturunkan Untuk Percepatan Penormalan"},"content":{"rendered":"\n<p>Tagulandang, Swarakawanua. Id-PLN bergerak cepat dalam menindaklanjuti gangguan kelistrikan yang terjadi pada sistem kelistrikan di Pulau Tagulandang. Gangguan terjadi pada Kamis (07\/24) pada instalasi pembangkit listrik yang menyebabkan terganggunya pasokan listrik di Pulau Tagulandang yang berada pada wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna.<\/p>\n\n\n\n<p>Atas kondisi ini PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo) dipimpin langsung General Manager Ari Dartomo segera melakukan langkah antisipasi untuk menormalkan kembali sistem kelistrikan yang terganggu. Total 70 petugas diturunkan langsung pada hari itu juga untuk melakukan penelusuran pada penyebab gangguan dan juga melaksanakan skema darurat sebagai langkah awal untuk memastikan suplai listrik kembali menyala.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami segera melaksanakan rapat darurat dalam menyusun <em>timeline<\/em> perbaikan disertai analisa berbagai skema percepatan agar listrik di Pulau Tagulandang kembali normal,\u201d ujar Dartomo.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain skema darurat awal yang dilakukan, PLN UID Suluttenggo segera menyiapkan genset2 kecil kapasitas 1.5 -6 kw sebanyak 16 unit untuk digunakan di Instansi pelayanan publik, serta beberapa material pendukung lainnya segera dimobilisasi menggunakan angkutan kapal dari Pelabuhan Manado. Petugas yang diterjunkan dilaporkan berjumlah 70 personil dan masih akan bertambah. Petugas kami saat ini sedang melaksanakan skema darurat awal agar suplai listrik dapat segera menyala dengan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ari Dartomo pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh stakeholder dan masyarakat di Pulau Tagulandang yang merasakan dampak dari gangguan listrik yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami memohon maaf yang sebesarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Untuk itu, kami berkomitmen penuh dalam upaya untuk memastikan petugas kami dapat bekerja 1&#215;24 jam demi mempercepat perbaikan gangguan yang terjadi,\u201d kata Dartomo.<\/p>\n\n\n\n<p>Ditemui di lokasi gangguan, Senior Manager Distribusi PLN UID Suluttenggo Husein Sobri menyampaikan bahwa manajemen PLN UID Suluttenggo merespon dengan cepat kejadian ini dan memantau penuh progres perbaikan sehingga dapat berjalan tanpa ada hambatan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya langsung ditugaskan oleh Bapak General Manager untuk turun langsung ke lokasi gangguan dan mengawal penuh setiap proses hingga detail pekerjaan terkecil untuk memastikan tidak ada risiko hambatan dan keselamatan pada petugas saat pekerjaan berlangsung,\u201d ucap Sobri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia pun berharap dukungan penuh dari masyarakat agar upaya PLN dalam mengantisipasi gangguan yang terjadi dapat berjalan dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami berharap dukungan dari masyarakat untuk juga dapat melaporkan jika ditemukan berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat pekerjaan petugas kami di lapangan,\u201d tutur Sobri.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelanggan juga dapat melaporkan berbagai bentuk potensi gangguan listrik lewat aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh gratis dari Play Store dan App Store. (Danz*).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tagulandang, Swarakawanua. Id-PLN bergerak cepat dalam menindaklanjuti gangguan kelistrikan yang terjadi pada <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=30820\" title=\"PLN Gerak Cepat Telusuri Gangguan Pada Kelistrikan Tagulandang, Tim Respon Cepat Diturunkan Untuk Percepatan Penormalan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":30821,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-30820","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-edukasi"},"views":725,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30820"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=30820"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30822,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30820\/revisions\/30822"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/30821"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=30820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=30820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=30820"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=30820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}