{"id":31651,"date":"2024-05-14T05:44:05","date_gmt":"2024-05-14T05:44:05","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=31651"},"modified":"2024-05-14T05:45:32","modified_gmt":"2024-05-14T05:45:32","slug":"baraskim-didesak-segera-tangkap-corry-giroth-diduga-otak-penembakan-puluhan-warga-ratatotok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=31651","title":{"rendered":"Bareskrim Didesak Segera Tangkap Corry Giroth, Diduga Otak Penembakan Puluhan Warga Ratatotok!"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Caption:<\/strong> Warga Korban Penembakan di Lokasi Tambang Emas Ratatotok. (*).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ratotok,Swarakawanua.id-Bareskrim Polri diminta desak turun tangan dan segera menangkap perempuan Corry Giroth yang diduga orang bayaran PT HWR.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Corry Giroth disebut membayar polisi-polisi bersenjata untuk melancarkan penembakan terhadap warga Ratatotok pada malam hari, saat sedang menjaga lokasi tanah milik Elisabeth Laluyan yang dirampas paksa oleh PT HWR.<\/p>\n\n\n\n<p>Aksi biadap segerombolan aparat kepolisian di lahan tambang ilegal Ratatotok, akhirnya memakan korban.<\/p>\n\n\n\n<p>Puluhan warga Ratatotok yang sedang tidur sambil menjaga lahan milik Elisabeth Laluyan ditembak haru hiru oleh polisi bayaran pada Senin (13\/5\/2024) pukul 12.00 WITA.<\/p>\n\n\n\n<p>Saksi mata di TKP mengatakan, pada hari Senin, 13 Mei 2024 tepatnya pukul 12.00 WITA, malam, sekelompok polisi bersenjata lengkap mirip KKB datang menyerang penjaga tanah Elisabeth Laluyan di lokasi Tanah Pasolo Desa Ratatotok 1 Kecamatan Ratatotok.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanah sah milik Elisabeth Laluyan ini berdasarkan Akta Jual Beli Nomor : 24\/AJB\/RTTK\/III\/2010 yang juda sudah mendapat putusan hukum tetap.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Penyerangan terjadi disaat para penjaga tanah dalam keadaan tidur,&#8221; ujar saksi mata.<\/p>\n\n\n\n<p>Akibat, tindakan biada kepolisian ini beberapa orang penjaga tanah menderita luka-luka.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara 1 orang bernama Jonly Gilon umur 40 tahun warga Minahasa Tenggara sampai saat ini belum ditemukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun pihak Elisabeth Laluyan berharap agar lokasi tambang di Pasolo Ratatotok ditutup untuk sementara waktu oleh aparat Kepolisian dan pemerintah Minahasa Tenggara.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Seharusnya, tidak ada lagi pihak-pihak yang diijinkan mengelola lokasi tersebut baik perusahaan maupun perorangan agar tidak terjadi perbuatan pidana yang mengakibatkan korban selanjutnya,&#8221; imbuh Kuasa Hukum Elisabeth Laluyan, Gerry Tamawiwi SH.<\/p>\n\n\n\n<p>Diketahui, lokasi tanah Elisabeth Laluyan dalam tiga bulan terakhir dirampas PT HWR yang belakangan diketahui milik WNA Singapura.<\/p>\n\n\n\n<p>HWR memakai tangan perempuan Conny Giroth melakuka pengerukan materia kandungan emas dan merusak permukaan tanah dengan pengggalian dalam ukuran besar.<\/p>\n\n\n\n<p>HWR juga disinyalir membayar mahal aparat kepolisian untuk menjaga semua titik akses masuk lokasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa waktu lalu media memergoki beberapa personil Brimob bersenjata laras panjang tampak nencegat warga yang melintas ke lokasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tindakan tidak tahu malu itu memicu kecaman publik Sulut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Negara bayar polisi untuk melindungi rakyat. Bukan menjaga mafia tambang merampas tanah rakyat. Ini tidak boleh terjadi,&#8221; tegas Ketua Rakyat Antikorupsi Harianto Nanga.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara Kapolres Minahasa Tenggara (Mitra), AKBP Eko Sisbiantoro mengatakan bahwa tidak ada warga yang ditembak.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Warga lari saat mendengar tembakan,&#8221; ungkap Kapolres Mitra ini. (Danz).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Caption: Warga Korban Penembakan di Lokasi Tambang Emas Ratatotok. (*). Ratotok,Swarakawanua.id-Bareskrim Polri <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=31651\" title=\"Bareskrim Didesak Segera Tangkap Corry Giroth, Diduga Otak Penembakan Puluhan Warga Ratatotok!\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31652,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-31651","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-mitra"},"views":1886,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31651"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31651"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31651\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31654,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31651\/revisions\/31654"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/31652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31651"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=31651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}