{"id":31686,"date":"2024-05-15T05:58:34","date_gmt":"2024-05-15T05:58:34","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=31686"},"modified":"2024-05-15T06:39:38","modified_gmt":"2024-05-15T06:39:38","slug":"terungkap-jpu-kebiri-fakta-suara-partai-buruh-sudah-dikembalikan-dan-bernilai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=31686","title":{"rendered":"Terungkap JPU &#8216;Kebiri&#8217; Fakta, Suara Partai Buruh Sudah Dikembalikan dan Bernilai"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Caption : <em>DR Santrawan Paparang,<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Minut, Swarakawanua.id &#8211; Lanjutan persidangan perkara tindak pidana pemilu Rabu (15\/5\/24) dengan mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut).<\/p>\n\n\n\n<p>Persidangan kali ini diawali dengan mendengarkan keterangan saksi dari Partai Buruh yakni Sannil Lungan (Ketua Partai Buruh Minut), Donald Karel Lotulong, Rommy Wangka, dan Nurain Papunas.<\/p>\n\n\n\n<p>Fakta yang terungkap dipersidangan berdasarkan keterangan empat orang saksi ternyata suara Partai Buruh sudah dikembalikan pada saat pleno Kabupaten sejumlah 25 suara.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"178\" src=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/IMG_20240515_101812_VBIpEMl17o-300x178.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-31688\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Menyikapi keterangan para saksi, Penasehat Hukum (PH) Santrawan Paparang dan patner siap bertarung sampai ke tingkat manapun.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Faktanya sudah terungkap. KPU telah mengembalikan suara Partai Buruh sebanyak 25 suara sehingga tabel suara Partai Buruh dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum itu adalah dakwaan yang sudah daluarsa,&#8221; ucap tega Paparang.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Pengacara vokal ini JPU telah mengebiri fakta. Kata dia, sudah sepantasnya JPU mengungkapkan fakta bahwa suara Partai Buruh telah dikembalikan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Pada prinsipnya dakwaan Jaksa Penuntut Umum menyembunyikan fakta tanggal 1 Maret 2024 suara sudah dikembalikan. Fakta-fakta lain juga terungkap dimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum dibantahkan semua oleh Partai Buruh. Mereka sudah mengatakan tidak dirugikan lagi karena suara telah kembalikan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"178\" src=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/IMG_20240515_130322_HCui1dfw4I-300x178.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-31689\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Disini lain Ketua DPC Partai Buruh Minut Sannil Lungan di dampaing Penasehat Hukum (PH) Ferdinand Lumentah menjelaskan bahwa pihaknya masih dirugikan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dalam arti kata kami dirugikan yaitu nama baik Partai karena ada asumsi diluar yang muncul bahwa kami terlibat dalam jual beli suara,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dijelaskannya, Partai Buruh keberatan bukan karena dipindahkan suara akan tetapi karena ada tindakan yang melawan hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Seperti laporan kami dimana sudah ada perbuatan melawan hukum. Suara sudah dikembalikan tapi kami keberatan dengan perbuatan dari oknum-oknum tertentu,&#8221; kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Senada disampaikan PH Partai Buruh bahwa saat ini yang dirugikan adalah perbuatan melawan hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami tegaskan bahwa yang dirugikan oleh kami saat ini adalah nama baik Partai. Sekali lagi nama baik Partai, nama baik caleg dan pimpinan partai,&#8221; tutur Lumentah.<\/p>\n\n\n\n<p>(Mesakh)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Caption : DR Santrawan Paparang, Minut, Swarakawanua.id &#8211; Lanjutan persidangan perkara tindak <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=31686\" title=\"Terungkap JPU &#8216;Kebiri&#8217; Fakta, Suara Partai Buruh Sudah Dikembalikan dan Bernilai\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31687,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30,18],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-31686","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-minut","8":"category-politik"},"views":1113,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31686"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31686"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31692,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31686\/revisions\/31692"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/31687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31686"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=31686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}