{"id":33098,"date":"2024-09-26T00:54:11","date_gmt":"2024-09-26T00:54:11","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=33098"},"modified":"2024-09-26T01:00:25","modified_gmt":"2024-09-26T01:00:25","slug":"diduga-asn-di-tomohon-mulai-diintimidasi-pilih-salah-satu-paslon-di-pilkada-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=33098","title":{"rendered":"Diduga ASN di Tomohon  Mulai &#8216;Diintimidasi&#8217; Pilih Salah Satu Paslon di Pilkada 2024"},"content":{"rendered":"\n<p>Caption: Apel Pagi ASN Tomohon Beberapa Waktu Lalu. (*). <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tomohon, Swarakawanua. Id- Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Tonohon jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November 2024 mendatang perlu diawasi ketat oleh Bawaslu dan juga KASN.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dimana ASN punyai hak suara dalam pemilihan nanti, namun para PNS ini tidak bisa terlibat politik praktis. Apalagi, terang \u2013 terangan atau terjun langsung mendukung salah satu pasangan calon (Paslon).<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat ini di Kota Tomohon, ada oknum yang meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada para ASN hingga anggota keluarga mereka masing \u2013 masing. Permintaan KTP ini diduga kuat untuk mendukung salah satu Paslon yang akan bertarung di Pilwako Tomohon nanti.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan metode ini terkesan ASN di Kota Tomohon diintimidasi oleh tim salah satu Pilson yang ikut konstitusi di Pilkada Tomohon. <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, perlu adanya peran dari seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari pengawasan Pemilu partisipatif. \u201cYa, ini perlu ditelusuri baik \u2013 baik. Jangan sampai mereka (ASN, red) dimintai KTP untuk mendukung salah satu paslon. Atau, lebih parahnya lagi, dengan dikumpulnya KTP itu untuk mengekang para ASN agar wajib memilih calon yang sudah ditentukan,\u201d tegas Hanny Meruntu, kepada wartawan, pada Rabu (25\/9\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBukan hanya dibebankan kepada pihak Bawaslu. Tapi, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama \u2013 sama mengawasi para ASN ini. Karena, jelas ada aturan dan sanksi keras jika melanggar. Sehingga, pesta demokrasi di Kota Tomohon berjalan sesuai aturan yang ada,\u201d tambah Tokoh Masyarakat Tomohon itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dengan stabilitas politik di Kota Tomohon, Hanny pun mengimbau, kiranya bisa bersama \u2013 sama mengawasi isu \u2013 isu seperti itu (Apabilah benar). Supaya jangan sampai terjadi situasi yang mengganggu proses demokrasi yang tengah berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJuga perlu diwaspadai karena saat ini banyak terjadi pencurian data kependudukan. Kalaupun, dalam pengumpulan data atau KTP ada oknum ASN atau aparat kelurahan, maka diimbau supaya lebih berhati \u2013 hati karena kalau ada bukti kami akan bawa ke ranah hukum,\u201d tukasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara, jika melihat dari latar belakang ketiga calon Wali Kota Tomohon pada Pilwako 2024 ini, arahan dukungan kepada para ASN sangat berpotensi terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti, calon nomor urut satu, Miky JL Wenur, pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Tomohon. MJLW sapaan akrabnya, terhitung tiga periode sebagai anggota DPRD Tomohon.<\/p>\n\n\n\n<p>Calon nomor urut dua, Wenny Lumentut, pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tomohon. Meski, pada pertengahan 2023 lalu, WL sapaan akrabnya, telah mengundurkan diri dari jabatan tersebut karena maju sebagai Caleg DPR-RI pada Pileg 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>Calon nomor urut tiga, Caroll Senduk, saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota Tomohon. Namun, karena aturan sehingga dirinya harus cuti dan tidak bisa menggunakan fasilitas negara selama proses Pilkada ini. (Danz*). <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Caption: Apel Pagi ASN Tomohon Beberapa Waktu Lalu. (*). Tomohon, Swarakawanua. Id- <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=33098\" title=\"Diduga ASN di Tomohon  Mulai &#8216;Diintimidasi&#8217; Pilih Salah Satu Paslon di Pilkada 2024\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33100,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-33098","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-tomohon"},"views":633,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33098"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=33098"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33098\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33102,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33098\/revisions\/33102"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/33100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=33098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=33098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=33098"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=33098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}