{"id":33315,"date":"2024-10-09T06:35:50","date_gmt":"2024-10-09T06:35:50","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=33315"},"modified":"2024-10-09T06:35:56","modified_gmt":"2024-10-09T06:35:56","slug":"pasangan-birokrasi-pengusahapas-for-sangihe-rinny-tamuntuan-mario-seliang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=33315","title":{"rendered":"Pasangan Birokrasi Pengusaha,Pas For Sangihe Rinny Tamuntuan-Mario Seliang"},"content":{"rendered":"\n<p>Sangihe, Swarakawanua.id- Pasangan dr Rinny Tamuntuan-Mario Seliang,SE., mendapat dukungan luas di Sangihe. Rekam jejak keduanya disebut sebagai magnet utama daya tarik langkah politik mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai Calon Bupati dengan segudang pengalaman di dunia pemerintahan di tingkat Provinsi, membuat dr. Rinny Tamuntuan disebut sebagai figur pemimpin ideal untuk kabupaten Sangihe.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan pasangan Tamuntuan-Seliang dikatakan sebagai kombinasi paling cocok, karena mereka paduan figur birokrat berpengalaman dengan golongan kepangkatan 4E dan figur pengusaha sukses yang mewakili tren kepemimpinan nasional kalangan kaum muda.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau bicara kriteria ideal, maka pasangan Tamuntuan- Seliang adalah paduan pasangan yang paling ideal dalam Pilkada sangihe 2024,\u201d kata senior PDI Perjuangan Sangihe, H.R Makagansa.<\/p>\n\n\n\n<p>Penilaian Makagansa yang juga dikenal sebagai mantan Bupati Sangihe, yang sempat dilansir sejumlah media ini, sontak memperkuat citra pasangan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPenilaian Makagansa itu benar, karena Sangihe ke depan memang butuh pemimpin yang benar-benar paham dengan urusan birokrasi pemerintahan yang dipadu dengan model kepemimpian kaum muda progresif,\u201d kata pengamat dan dosen politik Max Sudirno Kaghoo.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Kaghoo, kelebihan lain pasangan Tamang adalah tampilnya Rinny Tamuntuan sebagai satu-satunya figur kaum perempuan yang ada dalam Pilkada Sangihe 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKehadiran Tamuntuan sangat menarik karena merupakan representasi kaum perempuan. Keterwakilan kaum perempuan dalam kontestasi politik Sangihe ini menjadi babak baru dalam peta politik Sangihe,\u201d kata Kaghoo.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara, seperti di beberapa kecamatan di daratan pulau Sangihe yang diwarnai tingkat dukungan yang tinggi, dukungan yang luas saat ini nampak di wilayah pulau-pulau Tatoareng.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejumlah warga di sana saat ditemui Senin (7\/10) mengatakan mendukung pasangan dengan tagline Tamang (Tamuntuan-Seliang) ini karena dipandang sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati yang paling cocok memimpin Sangihe.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami mendukung Tamuntuan-Seliang, karena mereka figur yang dekat dengan masyarakat, dan selalu membantu kami dengan tulus, \u201d kata Alfina Baramali.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakannya, di pulau-pulau kecamatan Tatoareng, warga lebih banyak memilih pasangan Tamang, juga karena kader-kader PDI Perjuangan yang duduk di DPRD selalu aktif membantu kepentingan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAnggota dewan dari PDIP selalu menolong kami orang-orang pulau jika ada kesusahan atau saat membutuhkan bantuan,\u201d ujar perempuan paruh baya itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara warga lainnya mengatakan, selain factor kedekatan masyarakat dengan kader-kader PDI Perjuangan di legislatif, figur Ibu Rinny Tamuntuan sangat menarik hati karena ramah dan suka bergaul dengan masyarakat bawah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBanyak figur calon acuh tak acuh kalau bertemu masyarakat. Hanya pasangan Tamuntuan-Seliang yang benar-benar ramah dan baik hati. Sifat itu yang membuat warga pulau Para, Mahangetang, Kalama dan Kahakitang ramai-ramai mendukung mereka,\u201d ujar salah seorang warga pulau Para. ( Handry 07-Ferly)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sangihe, Swarakawanua.id- Pasangan dr Rinny Tamuntuan-Mario Seliang,SE., mendapat dukungan luas di Sangihe. <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=33315\" title=\"Pasangan Birokrasi Pengusaha,Pas For Sangihe Rinny Tamuntuan-Mario Seliang\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33316,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-33315","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kepulauan-sangihe"},"views":516,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33315"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=33315"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33315\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33317,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33315\/revisions\/33317"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/33316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=33315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=33315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=33315"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=33315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}