{"id":36708,"date":"2025-06-04T02:34:43","date_gmt":"2025-06-04T02:34:43","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=36708"},"modified":"2025-06-04T02:39:25","modified_gmt":"2025-06-04T02:39:25","slug":"tak-ada-kontribusi-ke-daerah-pt-hwr-mafia-tambang-mas-terbesar-di-sulut-ci-ghin-pemain-ilegal-tambang-rakyat-ratatotok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=36708","title":{"rendered":"Tak Ada Kontribusi ke Daerah, PT HWR Mafia &#8220;Tambang Mas&#8221; Terbesar di Sulut, Ci Ghin Pemain Ilegal Tambang Rakyat Ratatotok"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mitra,Swarakawnua.id-Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Kapolda Sulut yakni Irjen Pol. Royche Langie, harus segera menertibkan PT . Hakian Wellem Rumansi (HWR) yang bergerak dalam bidang pertambangan Emas di wilayah Ratatotok.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, perusahan tambang emas sebesar PT HWR ternyata selama ini bergerak ilegal di Sulut, karena permohonan perpanjangan Dokumen Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2020-2026 ditolak <strong>Kementerian ESDM yang dikeluarkan pada Tanggal 7 Januari 2025 dengan nomor : T-59-MB.04\/DJB.N\/2025.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ini berarti PT HWR bergerak sebagai mafia tambang emas di Sulut, karena hasil emas yang diraup dalam kandungan bumi Ratatotok hanya dibawa ke luar daerah tanpa memberikan kontribusi ke daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti diketahui,Sehubungan dengan surat Nomor : 0041\/GWR-COM\/IV\/2024 Tanggal 18 April 2024 dengan hal penyampian Dokumen Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2024-2026 oleh pihak PT HWR dan sesuai dengan hasil evaluasi dokumen RKAB Tahun 2024-2026 (hasil evaluasi terlampir) bersama ini kami informasikan pemohon persetujuan RKAB Operasi Produksi Tahun 2024-2026 PT. HWR Tidak Dapat Kami Setujui.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, pihak Polda Sulut dminta untuk menindak tegas PT HWR karena beroperasi ilegal di daerah ini. Pihak PT HWR diduga dibackup&nbsp; ijo&nbsp; di lokasi sehingga tidak tersentuh hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Pihak PT HWR selalu melakikan &#8216;keributan&#8217; dengan pemain tambang ilegal Ratatotok di lokasi yang sama yakni Elisabeth Laluyan alias Ci Ghin.<\/p>\n\n\n\n<p>PT HWR dan Ci Chin tak pernah akur, karena keduanya saling lapor ke pihak Polda Sulut. Padahal kedua pemain tambang level besar dan level kecil ini, sama-sama mafia tambang mas, karena kandungan mas yang &#8216;dirampok&#8217; dari tanah Ratatotok hanya menikmati sendiri tanpa kontribusi nyata ke daerah untuk kegiatan pembangunan di Sulut maupun di Kabupaten Mitra.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, aktivis Sulut Hariyanto yang tercatat Ketua RAKO Sulut angkat bicara terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya,&nbsp; pihak Polda Sulut harus bergerak cepat melakukan pencegahan terhadap aktivitas PT HWR, karena volume pertambangannya sangat besar di daerah Ratatotok.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Harus juga lihat jangan sampai PT HWR sudah melakukan kerusakan lingkungan, karena aktivitas ilegal tersebut,&#8221; ucap Aktivis Sulut yang tercatat pegiat Anti Korupsi ini. (Danz*).<\/p>\n\n\n\n<p><p dir=\"ltr\"><\/p><br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mitra,Swarakawnua.id-Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Kapolda Sulut yakni Irjen Pol. <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=36708\" title=\"Tak Ada Kontribusi ke Daerah, PT HWR Mafia &#8220;Tambang Mas&#8221; Terbesar di Sulut, Ci Ghin Pemain Ilegal Tambang Rakyat Ratatotok\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":36709,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-36708","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-mitra"},"views":969,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36708"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36708"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36708\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36711,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36708\/revisions\/36711"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/36709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36708"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36708"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36708"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=36708"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}