{"id":36867,"date":"2025-06-21T00:01:15","date_gmt":"2025-06-21T00:01:15","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=36867"},"modified":"2025-06-21T00:37:03","modified_gmt":"2025-06-21T00:37:03","slug":"ketua-brigade-nusa-utara-polisi-harus-usut-nomor-wa-dan-rek-yang-sudah-catut-nama-dirkrimsus-polda-sulutketua-brigade-nusa-utara-polisi-harus-usut-nomor-wa-dan-rek-yang-sudah-catut-nama-dirkrimsus-p","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=36867","title":{"rendered":"Ketua Brigade Nusa Utara: Polisi Harus Usut Nomor WA dan Rek Oknum Pemerasan Yang Sudah Catut Nama Dirkrimsus Polda Sulut"},"content":{"rendered":"\n<p><br><\/p>\n\n\n\n<p>Caption; Ketua Brigade Nusa Utara, Stenly Sendouw  SH.(*).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Manado,Swarakawanua.id-Ketua Brigade Nusa Utara Stenly Sendouw SH meminta kepada aparat Kepolisian segera mengusut tuntas&nbsp; Nomor Whats App dan Nomor Rekening Oknum pemeras kepada&nbsp; masyarakat yang mencatut nama-nama Pejabat di lingkup Polda Sulut terlebih jabatan yang dipegang Kombes&nbsp; FX Winardi yakni Dirkrimsus Polda Sulut.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dimana pelaku pemerasan kepada masyarakat tak tanggung-tanggung minta\u00a0 uang kepada pelaku usaha galian C di wilayah Bolmut dengan mengatasnamakan Dirkrimsus Polda Sulut.<\/p>\n\n\n\n<p>Modus yang dilakukan oknum pemeras catut nama Dirkrimsus Kombes Winardi, dimana bahwa pihak&nbsp; Polda Sulut akan segera melakukan Operasi penertiban besar besaran semua Tambang Galian C&nbsp; di daerah Bolaang Mongodow Raya, dalam waktu dekat ini.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan cara modus penertiban lokasi tambang galian C, sehingga dengan mudah oknum pemeras meminta ditransfer uang senilai 15-20 juta rupiah ke beberapa pelaku Galian C ilegal di Bolmut, agar supaya lokasi tambang mereka aman dari penertiban pihak Polda Sulut.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu korban penipuan adalah salah satu Anggota Dewan Bolaang Mongondow Utara dari Fraksi Golkar Ardianysah Pakaya alias Ian, pada Rabu 18 Juni 2025.<\/p>\n\n\n\n<p>Anggota Dewan ini mengaku sudah terlanjur mentransfer uang senilai 1 juta rupiah ke rekening atas nama Zalfa Zahidah Putri. Menurut pengakuannya bahwa mereka meminta uang untuk membeli ticket pesawat, dan diminta untuk transferkan uang puluhan juta rupiah segera. Tetapi Ian sapaan akrabnya tidak menyanggupi. Hanya 1 juta yang bisa di transfer katanya.<br><\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ini modus penipuan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang sudah mencatut nama Pejabat Polda Sulut. Karena nomor WA Direskimsus Polda Sulut Kombes FX.Winardi bukan itu,&#8221; tegas Ketua Brigade Nusa Utara ini.<br><\/p>\n\n\n\n<p><br>Stenly Sendouw menegaskan, Polisi harus segera menangkap oknum-oknum pemeras yang kerap mengaku dan membawa nama Dirkrimsus Polda Sulut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Tolong pak Polisi segera usut nomor WA dan&nbsp; nomor rekening oknum pemerasan yang ditransferkan uang oleh pihak yang sudah kena tipu. Dan ditindak tegas supaya ada efek jera kepada oknum-oknum pemeras tersebut. Dan jika dibiarkan maka nama baik pribadi dan institusi Kepolisian bisa tercemar, ini sindikat penipu yang harus dibongkar dan ditangkap,&#8221; ungkap Ketua Brigade Nusa Utara ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Brigade Nusa Utara meminta kepada msyarakat untuk tidak tertipu oleh oknum-oknum kejahatan yang membawa nama Kombes FX Winardi.\u00a0 &#8220;Kalau ada nomor WA yang masuk atau ditelpon bawa-bawa nama Pak Dirkrimsus jangan mudah dipercaya apalagi sampai minta uang. Karena saya tahu beliau (Kombes FX Winardi) orangnya sangat baik dan tidak suka bikin susah masyarakat bahkan beliau suka membantu orang tapi tegas dan penegakan hukum,&#8221; ucap aktivis terkenal di Sulut ini. (Danz*).<br><br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Caption; Ketua Brigade Nusa Utara, Stenly Sendouw SH.(*). Manado,Swarakawanua.id-Ketua Brigade Nusa Utara <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=36867\" title=\"Ketua Brigade Nusa Utara: Polisi Harus Usut Nomor WA dan Rek Oknum Pemerasan Yang Sudah Catut Nama Dirkrimsus Polda Sulut\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":36870,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-36867","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-manado"},"views":4831,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36867"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36867"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36867\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36876,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36867\/revisions\/36876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/36870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36867"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=36867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}