{"id":37030,"date":"2025-07-10T07:04:32","date_gmt":"2025-07-10T07:04:32","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=37030"},"modified":"2025-07-10T07:06:32","modified_gmt":"2025-07-10T07:06:32","slug":"jangan-kambing-hitamkan-gubernur-kerusakan-jalan-di-wilayah-sulut-peninggalan-banteng-odsk-aars-ke-pemerintahan-ysk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=37030","title":{"rendered":"Jangan &#8216;Kambing Hitamkan&#8217; Gubernur, Kerusakan Jalan di Wilayah Sulut Peninggalan Banteng ODSK-AARS ke Pemerintahan YSK"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Caption: Aktivis Sulut, Calvin Castro. (*).<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Manado,Swarakawanua.id-Nyaris ruas-ruas jalan utama di wilayah Kota Manado dan Sulut umumnya mulai tampak rusak.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Masyarakat pengguna jalan mulai mengeluh kondisi kerusakan jalan-jalan utama yang ada saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) mulai dikambing hitamkan oleh lawan-lawan politik bahkan pendukung Banteng dan Bintang Mercy terkait kerusakan ruas-ruas jalan di wilayah Sulut terlebih Kota Manado sebagai sentral kerusakan kondisi jalan yang ada seperti terlihat jelas di A Yani, Kecamatan Sario, Jalan Toar dan ruas jalan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun masyarakat Sulut jangan menuding kerusakan jalan yang ada terjadi di&nbsp; pemerintahan YSK. Sebab semua kerusakan ruas-ruas jalan yang ada di wilayah Sulut terlebih di kota Manado merupakan peninggalan rezim Banteng yakni ODSK dan AARS.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, YSK baru saja memerintah dalam kondisi efesiensi anggaran oleh pemerintah pusat, sehingga tak sedikit anggaran daerah yang dipangkas oleh pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan kalaupun ada kegiatan proyek untuk pembangunan dan perbaikan jalan oleh pemerintah Provinsi Sulut, itupun baru akan dikerjakan oleh pelaksana kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun harus dipahami bahwa semua kerusakan ruas-ruas jalan yang ada saat ini ternyata di era pemerintahan ODSK&nbsp; dan AARS serta pemerintahan Banteng lainnya di wilayah Sulut yang diwarisi ke. pemerintah YSK saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dimana anggaran daerah tahun 2024 lalu, banyak diplot oleh pemerintah ODSK-AARS dan pemerintahan Banteng lainnya untuk kepentingan memenangkan Pilkada, bukan prioritas fasilitas publik seperti perbaikan ruas-ruas jalan yang ada saat itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua ARMAK Sulut Calvin Castro sangat menyayangkan ada upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan wibawah pemerintahan YSK.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Pak Gubernur YSK saja dalam berbagai kegiatan sambutan menyampaikan bahwa Pilkada sudah selesai, mari kita bergandeng tangan bangun Sulut. Tidak ada lagi perbedaan warna tapi kenyataan masih banyak yang belum move on sehingga .masih menuding kerusakan jalan di era pemerintahan YSK,&#8221; ucap aktivis paling populis di Sulut inim<\/p>\n\n\n\n<p>Lanjut dia, Gubernur YSK sudah membuat program-program yang mensejahterakan masyarakat Sulut dari berbagai sektor seperti menggerakan dan memperkuat ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan serta perencanaan pembangunan dalam kondisi efisiensi anggaran saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan kerusakan jalan yang menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi pasti akan diperbaiki oleh Pemerintahan YSK. Karena ada ruas-ruas jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten\/kota dan juga jalan Nasional yang harus diperbaiki pihak kementerian lewat Balai Jalan Nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Mari kita mendukung semua program Pak Gubernur Sulut yang sangat-sangat prp rakyat,&#8221; ucap Ketua ARMAK Sulut yang membawahi 15 Ormas dan LSM di Sulut ini. (Danz*).<br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Caption: Aktivis Sulut, Calvin Castro. (*). Manado,Swarakawanua.id-Nyaris ruas-ruas jalan utama di wilayah <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=37030\" title=\"Jangan &#8216;Kambing Hitamkan&#8217; Gubernur, Kerusakan Jalan di Wilayah Sulut Peninggalan Banteng ODSK-AARS ke Pemerintahan YSK\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":37033,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-37030","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-manado"},"views":3805,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37030"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=37030"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37030\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37034,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37030\/revisions\/37034"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/37033"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=37030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=37030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=37030"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=37030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}