{"id":37327,"date":"2025-08-07T05:18:45","date_gmt":"2025-08-07T05:18:45","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=37327"},"modified":"2025-08-07T05:18:47","modified_gmt":"2025-08-07T05:18:47","slug":"sarang-mafia-solar-ngeri-permainan-kotor-harga-solar-di-spbu-sario-polda-diminta-periksa-operator","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=37327","title":{"rendered":"Sarang Mafia Solar, Ngeri! Permainan Kotor Harga Solar di SPBU Sario, Polda Diminta\u00a0 Periksa Operator"},"content":{"rendered":"\n<p><br><br><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Caption: Lokasi SPBU Sario. (*).<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Manado,Swarakawanua.id-Permainan solar ilegal di Stasiun Pengisihan Bahan Bakar Minyak (SPBU) yang beralamat di\u00a0 Sario, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) cukup mengerikan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dimana harga solar diduga dijua dengan&nbsp; tarif&nbsp; yang fantastis. Per liter dipatok Rp.7.500 bagi mafia solar&nbsp; Pasalnya, SPBU Sario itu dijadikan tempat mafia solar mengurus BBM subsidi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga ruas. jalan di tempat SPBU itu kerap jadi tiitik macet yang dikeluhkan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti diketahui terjadi baru-baru ini, salah satu calon pembeli M alias Markus sopir truck perusahan Galian C di Minahasa, kepada media ini menceritakan, ada praktek penjualan BBM subsidi jenis solar yang dilakukan oleh operator SPBU Sario yang diduga menyalai aturan.<\/p>\n\n\n\n<p>Markus terkejut, dikira sopir Mafia Solar, padahal dirinya jelas sebagai pembeli BBM Jenis Solar Subsidi dari pemerintah,<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dorang kira kita sopir ba Tab, operator minta bayar Rp.7500\/liter, padahal saya hanya sopir bekerja di galian C. Dari situ saya tau ternyata selama ini SPBU Sario melakukan praktik kotor,&#8221; ungkapnya Rabu Sore di Manado .<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut informasi SPBU itu mendapat jatah 8 ton tiap hari atau 8000 liter solar dari Pertamina. Kemudian solar itu dijual di atas harga subsidi dari Rp6,800.000 menjadi Rp7,500.000.<\/p>\n\n\n\n<p>SPBU Sario dapat jatah dari Pertamina 8 ton per hari.<br>Dijual di mafia solar di atas harga subsidi keuntungan dari harga subsidi Rp.700\/ liter. Jadi kalau 8 ton dikalikan Rp.700 ada Rp 5.600.000\/hari dikalikan 30 Hari, sebulan SPBU Sario meraut keuntungan Rp.168.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Terpisah, aktivis Sulut Jefrey Sorongan meminta BKK Migas untuk memberikan perhatian serius karena bisnis yang dijalankan berkaitan dengan produk BBM subsidi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Karena tidak bisa diterima kalau sudah menyangkut subsidi. Masa Negara siapkan subsidi BBM yang kemudian masuk kantong mafia, ini sudah kejahatan yang harus ditumpas,&#8221; tekan Sorongan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sorongan berharap PT Pertamina bekerja sama dengan Badan Metrologi untuk mengecek nosel dan aliran solar subsidi di SPBU Sario serta mengecek cara penjualan SPBU untuk memastikan dugaan penyimpangan dan penyalagunaan BBM subsidi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;SPBU yang lain sudah dikenakan sanksi penutupan. Jadi tolong yang di Sario juga harus diselidiki. Supaya adil,&#8221; pesan Sorongan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sampai berita ini dimuat, redaksi masih berupaya melakukan Konfirmasi ke salah satu operator SPBU, namun tidak menjawab. (Danz*).Dikira Sopir Mafia Solar, Markus Suruh Bayar Rp.7.500\/Liter, Polda Sulut Diminta Periksa Permainan Kotor SPBU Sario. (Danz*).<p dir=\"ltr\"><\/p><br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Caption: Lokasi SPBU Sario. (*). Manado,Swarakawanua.id-Permainan solar ilegal di Stasiun Pengisihan Bahan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=37327\" title=\"Sarang Mafia Solar, Ngeri! Permainan Kotor Harga Solar di SPBU Sario, Polda Diminta\u00a0 Periksa Operator\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":37328,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-37327","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-manado"},"views":1238,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37327"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=37327"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37327\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37329,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37327\/revisions\/37329"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/37328"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=37327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=37327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=37327"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=37327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}