{"id":3942,"date":"2021-03-03T13:46:30","date_gmt":"2021-03-03T13:46:30","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=3942"},"modified":"2021-03-03T13:46:40","modified_gmt":"2021-03-03T13:46:40","slug":"sejoli-nekat-aborsi-gara-gara-takut-dipecat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=3942","title":{"rendered":"Sejoli Nekat Aborsi Gara-Gara Takut Dipecat"},"content":{"rendered":"\n<p>SwaraKawanua.ID-Sepasang kekasih \u00a0<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/tag\/mojokerto\">Mojokerto<\/a>, DF (19) dan SG (19) nekat melakukan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/tag\/aborsi\">aborsi<\/a>. Itu dilakukan hanya gara-gara takut dipecat dari pekerjaannya.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Sejoli ini kini harus mendekam di tahanan Polres Mojokerto Kota. Hukuman maksimal 10 tahun penjara sudah menanti mereka.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Dari penangkapan DF di rumah kos Kelurahan\/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto pada Kamis (4\/2) sekitar pukul 22.00 WIB. Pemuda asal Margosari 1, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini terjaring razia gabungan polisi dan Satpol PP.<br><\/p>\n\n\n\n<p><br>&#8220;Saat ponselnya diperiksa, ditemukan foto janin sudah meninggal. Kemudian DF kami interogasi, dia mengaku janin tersebut hasil aborsi,&#8221; kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi usai reka ulang kasus ini di rumah DF, Rabu (3\/3\/2021).<br><\/p>\n\n\n\n<p>DF pun diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto Kota. Keesokan harinya, Rabu (5\/2), polisi menggeledah kamar rumah pemuda pengangguran tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat itu, petugas menemukan barang bukti sisa obat-obatan untuk menggugurkan kandungan. Yaitu 5 butir tablet merek Misoprostol, 4 butir pil warna putih, serta 2 kapsul OMPRZ. Polisi juga menyita sebuah sekop dan linggis yang digunakan DF mengubur&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/tag\/janin\">janin<\/a>&nbsp;hasil aborsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada hari yang sama, petugas juga meringkus kekasih DF berinisial SG, warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Kandungan gadis yang bekerja di pabrik kertas inilah yang digugurkan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Usia janin yang digugurkan tersangka baru lima bulan, jenis kelaminnya laki-laki,&#8221; terang Deddy.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepada penyidik, DF dan SG mengaku melakukan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/tag\/aborsi\">aborsi<\/a>\u00a0di kamar rumah DF pada Sabtu (16\/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Sejoli ini dibantu sahabat SG berinisial DA, warga Kecamatan Balongpanggang, Gresik.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Saat itu, SG meminum 5 butir obat penggugur sekaligus. Obat tersebut bereaksi sekitar 10 jam kemudian. Sekitar pukul 22.00 WIB, SG merasakan demam dan sakit pada perutnya. Barulah pada Minggu (17\/1) sekitar pukul 00.15 WIB, janin keluar dari rahim SG dalam kondisi tewas.<br><br>&#8220;SG dibantu sahabatnya dengan dipijat punggungnya karena punggungnya sakit. Sahabatnya mendampingi sampai janin selesai dikubur,&#8221; jelas Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rahmawati Laila.<\/p>\n\n\n\n<p>Tersangka DF lantas memandikan janin korban&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/tag\/aborsi\">aborsi<\/a>&nbsp;tersebut menggunakan air hangat. Pemuda pengangguran ini mengubur darah dagingnya itu di kebun tepat di samping kanan rumahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Motifnya karena mencari pekerjaan susah. Dia (SG) masih training di tempat kerjanya, dia takut dipecat,&#8221; terang Laila. (dns\/dtc)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SwaraKawanua.ID-Sepasang kekasih \u00a0Mojokerto, DF (19) dan SG (19) nekat melakukan\u00a0aborsi. Itu dilakukan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=3942\" title=\"Sejoli Nekat Aborsi Gara-Gara Takut Dipecat\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3943,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-3942","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-hukrim"},"views":806,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3942"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3942"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3944,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3942\/revisions\/3944"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3942"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=3942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}