{"id":40059,"date":"2025-12-19T08:47:13","date_gmt":"2025-12-19T08:47:13","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=40059"},"modified":"2025-12-19T08:47:15","modified_gmt":"2025-12-19T08:47:15","slug":"proyek-tambal-sulam-jalan-nasional-trans-sulawesi-mangkrak-di-wilayah-ii-kinerja-kepala-bpjn-sulut-rusak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=40059","title":{"rendered":"Proyek Tambal Sulam Jalan Nasional Trans Sulawesi\u00a0 Mangkrak di Wilayah II, Kinerja Kepala BPJN Sulut &#8216;Rusak&#8217;"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Manado,Swarakawanua.ID-Kinerja Kepa BPJN Sulut &#8216;rusak&#8217;. Pasalnya, banyak jalan trans Sulawesi di wilayah kerja dua meliputi Bolmong Raya rusak tapi penanganan oleh pihak instansi teknis tersebut sangat lamban.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Walaupun sudah dilakukan tambal sulam tapi hingga nyaris menyentuh akhir bulan Desember 2025 ini belum juga tuntas. Dikerjakan&nbsp; BPJN wilayah Sulut melalui pihak ketiga.<\/p>\n\n\n\n<p>Diduga ada indikasi dugaan penyimpanan dana, sehingga kondisi proyek tampak asal jadi dan tak tuntas dikerjakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan data yang diperoleh Media ini, tepatnya di Desa Ambang, Kecamatan Inobonto, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), kerusakan jalan nasional trans Sulawesi di wilayah Sulawesi Utara sepanjang sekitar 3 \u2013 4 Km itu, karena pekerjaan proyek itu terkesan asal-asalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lobang menganga menyulitkan pengemudi melintasi ruas jalan, karena rusak tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Memiriskan lagi, jika di malam hari, kondisi ini memicu rawan&nbsp; kecelakaan lalulintas bagi pengemudi kendaraan terlebih beroda dua atau pemotor.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dSaya heran ini kan jalan Nasional Trans Sulawesi yang dibiayai dengan dana APBN 2025, anggarannya pasti&nbsp; ada, tapi sekarang sudah hampir akhir&nbsp; Desember 2025 tidak selesai pekerja asal-asalan lagi,\u201d kata Irvan seorang pengemudi sepeda motor Rabu (16\/12\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p>Irvan menduga kondisi proyek jalan seperti ada dugaan penyimpanan anggaran. Karena itu, dia meminta APH (aparat penegak hukum) perlu turun lapangan menyelidiki, karena kerusakan jalan ini jelas-jelas di depan mata, dan membahayakan kendaraan yang melintas di ruas jalan nasional tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu Kepala Balai Jalan Nasional di Sulawesi Utara. Handiyana, saat dikonfirmasikan tak banyak memberikan keterangan. Ia, mengarah hubungi Hotline Humas BPJN Sulut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dSelamat pagi. Terima kasih atas perhatiannya terhadap BPJN\u201d, kata Kepala BPJN di Sulut Handiyana saat dikonfirmasi via medsos WhatsApp.<\/p>\n\n\n\n<p>Handayani berkilah menjelaskan, terkait laporan yang disampaikan melalui foto yang dilampirkan, kami sampaikan bahwa merupakan proses patching (tambalan), segera jika cuaca mendukung akan dihampar campuran aspal panas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dUntuk lebih lanjut penjelasan dapat menghubungi humas balai melalui hotline 081524511988. Terima kasih,\u201d kilahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Humas BPJN juga ketika dihubungi lewat nomor hp hotline tersebut, tidak memberikan keterangan rinci.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dSelamat pagi Pak. Baik akan kami konfirmasikan terkait laporan aduan ini ke PPK. Terima kasih,\u201d katanya via Medsos WhatsApp.<\/p>\n\n\n\n<p>Irvan berharap pihak Kementerian PUPR segera mengevaluasi kinerja Kabalai BPJN Sulut. (Danz*).<br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manado,Swarakawanua.ID-Kinerja Kepa BPJN Sulut &#8216;rusak&#8217;. Pasalnya, banyak jalan trans Sulawesi di wilayah <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=40059\" title=\"Proyek Tambal Sulam Jalan Nasional Trans Sulawesi\u00a0 Mangkrak di Wilayah II, Kinerja Kepala BPJN Sulut &#8216;Rusak&#8217;\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40060,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-40059","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-sulut"},"views":6397,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40059"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40059"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40059\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40061,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40059\/revisions\/40061"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/40060"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40059"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=40059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}