{"id":41307,"date":"2026-05-11T04:59:03","date_gmt":"2026-05-11T04:59:03","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=41307"},"modified":"2026-05-11T04:59:04","modified_gmt":"2026-05-11T04:59:04","slug":"mahasiswa-polimdo-cetak-sejarah-wakili-seluruh-perguruan-tinggi-di-sulut-ke-ajang-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=41307","title":{"rendered":"Mahasiswa Polimdo Cetak Sejarah Wakili Seluruh Perguruan Tinggi di Sulut ke Ajang Internasional"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Manado,Swarakawanua.ID- Untuk sekian kalinya Kampus Politeknik Manado (Polimdo) kembali berkibar di kelas dunia.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dimana mahasiswa Polimdo mewakili seluruh perguruan negeri maupun swasta di Sulut melaju ke ajang&nbsp; Internasional yang digelar di Taiwan.<\/p>\n\n\n\n<p>iDavid Pustin Oliver,&nbsp; mahasiswa semester 6 Program Studi Konstruksi Bangunan Gedung, Jurusan Teknik Sipil Polimdo, merupakan wakil Sulut&nbsp; untuk mengikuti The 4th International Student Leaders Meeting on Sustainability di Pingtung University of Science and Technology, Taiwan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepada Media, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polimdo, Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., mengatakan&nbsp; pencapaian tersebut merupakan bagian dari komitmen Polimdo yang terus aktif dalam berbagai program kreativitas mahasiswa yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPolimdo terus aktif mengikuti program kreativitas mahasiswa dari Kemdiktisaintek. Selain David, saat ini ada juga mahasiswa lain yang sedang berproses mengirim proposal ke kementerian. Dalam waktu dekat kami optimistis akan kembali meraih prestasi, baik di bidang kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, penerapan IPTEK, dan bidang lainnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, dosen pendamping yakni Steve W.M. Supit, ST., M.Eng., PhD menuturkan, bahwa pihak kampus sengaja mendorong David untuk mengikuti program tersebut sebagai bentuk pengembangan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTujuannya adalah meningkatkan jiwa kepemimpinan mahasiswa agar mampu mendorong komunitas dan lingkungan sekitarnya lebih peduli terhadap persoalan lingkungan global,\u201d ungkap Steve.<\/p>\n\n\n\n<p>Mahasiswa&nbsp; David&nbsp; mengungkapkan bahwa program internasional tersebut diikuti peserta dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Malaysia, Afrika, Filipina, Venezuela, dan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Program ini membahas isu keberlanjutan yang terdiri dari tujuh poin utam. &#8220;<\/p>\n\n\n\n<p>Saya lebih tertarik pada poin ketiga, yakni energi bersih dan terjangkau. Kebetulan beberapa waktu lalu saya mengikuti penelitian kreatif berbasis mahasiswa yang membahas energi terbarukan yang dikombinasikan dengan beton,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menjelaskan, penelitian tersebut berfokus pada penggabungan beton pracetak dengan energi terbarukan melalui pemanfaatan panel surya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKetika terpilih dalam program ini, tentu saya sangat senang dan bangga. Saya tidak menyangka bisa lolos karena pesertanya berasal dari berbagai negara,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet Makinggung, SE., MSi., menilai capaian yang diraih Steve dan David turut membawa nama baik institusi, sekaligus sejalan dengan program Green Campus dan indikator kinerja utama kementerian yang selama ini telah diterapkan Polimdo.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebelum kementerian menyampaikan indikator kinerja utama, sebenarnya Polimdo sudah lebih dulu melakukannya. Apa yang dilakukan Mener Steve dan David sangat berkontribusi, khususnya dalam pengelolaan lingkungan di kampus,\u201d jelas Juliet. (Danz*).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manado,Swarakawanua.ID- Untuk sekian kalinya Kampus Politeknik Manado (Polimdo) kembali berkibar di kelas <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=41307\" title=\"Mahasiswa Polimdo Cetak Sejarah Wakili Seluruh Perguruan Tinggi di Sulut ke Ajang Internasional\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":41308,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-41307","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ekbis"},"views":8,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41307"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=41307"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41307\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41309,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41307\/revisions\/41309"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/41308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=41307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=41307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=41307"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=41307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}