{"id":41524,"date":"2026-05-22T08:02:01","date_gmt":"2026-05-22T08:02:01","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=41524"},"modified":"2026-06-05T08:05:51","modified_gmt":"2026-06-05T08:05:51","slug":"41524","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=41524","title":{"rendered":"Direktur Polimdo Lantik Empat Pejabat, Kerja Tak Diukur dari Jam Tapi Hasil Capaian"},"content":{"rendered":"\n<p><br><\/p>\n\n\n\n<p>Manado,Swarakawanua.ID-Pengisihan jabatan baru di tubuh Politeknik Negeri (Polimdo) kembali terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kali ini, Politeknik Negeri Manado resmi melantik empat pejabat struktural baru dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT), Kamis (21\/5\/26).Asuransi<\/p>\n\n\n\n<p>Pelantikan dipimpin langsung oleh Direktur Polimdo, Mareyke Alelo, serta dihadiri para Wakil Direktur, Kepala Jurusan, Ketua Program Studi, tenaga kependidikan, dan insan media.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Adapun pejabat yang dilantik yakni Frits Lalongsang sebagai Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Tony Alalinti sebagai Kepala Bagian Perencanaan, Keuangan dan Umum, Deisy Tine Doodoh sebagai Kepala Subbagian Akademik, serta Marcel Zet Kalele sebagai Kepala Subbagian Umum.Panduan Kota &amp; Daerah<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sambutannya, Direktur Mareyke Alelo menegaskan bahwa kepala bagian dan kepala subbagian merupakan fondasi utama yang menopang kokohnya sebuah institusi. Ia menggambarkan mereka sebagai \u201corang-orang di belakang layar\u201d yang bekerja dalam diam namun memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan kampus.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAda orang-orang yang tidak terlihat, tetapi merekalah yang menopang bangunan institusi ini. Mereka bekerja tanpa banyak dikenali atau diapresiasi, namun hasil pekerjaan mereka melahirkan data, laporan, dan berbagai capaian penting bagi institusi,\u201d ujar Mareyke.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menekankan bahwa ukuran kinerja pejabat struktural saat ini tidak lagi semata-mata berdasarkan jam kerja formal, melainkan pada output dan outcome yang dihasilkan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKinerja tidak diukur dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, tetapi dari hasil kerja yang dicapai. Bahkan dalam kondisi sakit atau ada urusan keluarga, ketika laporan harus masuk maka tanggung jawab itu tetap harus dijalankan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Mareyke, tingkat resiliensi dan daya tahan para kepala bagian serta subbagian sudah teruji menghadapi tekanan pekerjaan. Permintaan laporan mendadak pada malam hari hingga dini hari disebut menjadi bagian dari dinamika yang harus direspons dengan cepat dan sigap.<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Polimdo juga memberikan apresiasi atas loyalitas dan dedikasi para pejabat struktural yang selama ini bekerja tanpa banyak mengeluh.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMereka menjaga institusi ini secara diam-diam. Keberhasilan Polimdo memperoleh akreditasi unggul juga merupakan bagian dari kontribusi mereka melalui penyediaan data dan laporan yang akurat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Selain itu, Mareyke mengingatkan bahwa kompetensi penting di era saat ini adalah kemampuan bertahan di tengah tekanan dan tantangan pekerjaan. Ia pun mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPengalaman memang menempa kita, tetapi kita tetap harus bergantung kepada Tuhan. Selamat bekerja, Tuhan Yesus memberkati,\u201d pungkasnya.(Danz*).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manado,Swarakawanua.ID-Pengisihan jabatan baru di tubuh Politeknik Negeri (Polimdo) kembali terjadi. Kali ini, <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=41524\" title=\"Direktur Polimdo Lantik Empat Pejabat, Kerja Tak Diukur dari Jam Tapi Hasil Capaian\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":41525,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-41524","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ekbis"},"views":2,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41524"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=41524"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41524\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41527,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41524\/revisions\/41527"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/41525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=41524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=41524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=41524"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=41524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}