{"id":42473,"date":"2026-08-12T08:08:41","date_gmt":"2026-08-12T08:08:41","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=42473"},"modified":"2026-08-12T08:10:46","modified_gmt":"2026-08-12T08:10:46","slug":"tidak-tahu-fakta-lapangan-praktisi-hukum-pembalap-nasional-fitra-eri-keliru-dan-salah-besar-tanggapi-pendapat-kapolda-sulut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=42473","title":{"rendered":"Tidak Tahu Fakta Lapangan, Praktisi Hukum:\u00a0 Pembalap Nasional Fitra Eri Keliru dan\u00a0 Salah Besar Tanggapi Pendapat Kapolda Sulut"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Caption: Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Langie S.I.K Saat Tinjau TKP Drag Race.(*).<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Manado,Swarakawanua.ID-Praktisi Hukum Sulut Gerry Wangko SH menanggapi, tanggapan\u00a0 pembalap Nasional Fitra Eri yang mengomentari bahwa seorang pembalap dalam event resmi tidak bisa disalahkan secara hukum atas kecelakaan yang terjadi.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pernyataan pembalap Nasional sentil pernyataan Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Langie S.I.K. yang menyatakan bahwa tragedi hilanganya delapan nyawa dalam Iven Drag Race di Kotamobagu,&nbsp;&nbsp; pembalap atau driver Honda Jazz maut itu berpotensi akan dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Praktisi Hukum Gerry Wangko, komentar pembalap Nasional Fitra Eri adalah pendapat yang sangat keliru dan salah besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakannya,&nbsp; pembalap Nasional Fitra Eri&nbsp; harus lihat secara komprehensif dan jangan lihat pada satu sudut pandang tapi harus lihat fakta-fakta hukum di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dalam hukum positif Indonesia, seseorang bisa tidak dihukum dalam melakukan suatu tindakan pidana apabila memenuhi alasan pemaaf sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,&#8221; ungkap pengacara muda berbakat di Sulut ini sembari mengatakan kejadian memilukan drag race maut di kotamobagu yang merenggut delapan nyawa harus ada yang bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Entah itu, driver maupun pihak terkait pelaksana maupun ya!- memberikan izin. Karena tidak ada Hukum di Indonesia yang memberikan legitimasi bahwa menghilangkan nyawa seseorang dalam perlombaan dapat dianggap sesuatu yang legal,&#8221; terang dia memberikan pemahaman hukum terhadap pembalap Nasional ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"178\" src=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1000429893-300x178.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-42475\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Katanya, perlombaan bukanlah ruang yang membebaskan seseorang dari pertanggungjawaban hukum ketika terjadi tindakan atau kelalaian yang menghilangkan nyawa manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sehingga kita tunggu dan percayakan hasil penyelidikan kepada Polda Sulut yang menangani kasus ini,&#8221; jelas dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Katanya, fakta di lapangan, driver yang menghangkan delapan nyawa tak berdosa itu melakukan hal demikian bukan dalam arena balapan tapi sudah di luar garis finish. Dan lebih memiriskan lagi, yang bersangkutan melakukan dalam bentuk selebrasi atau demon kepada penonton.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jadi bukan tanpa sengaja tapi ini dilakukan karena ingin dapat pujian penonton dan miris lagi dilakukan sudah di luar garis finish,&#8221; terang dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, Polda Sulut diminta usut semua pihak yang terlibat dalam drag race maut Kotamobagu tersebut. (Danz*).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Caption: Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Langie S.I.K Saat Tinjau TKP Drag <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=42473\" title=\"Tidak Tahu Fakta Lapangan, Praktisi Hukum:\u00a0 Pembalap Nasional Fitra Eri Keliru dan\u00a0 Salah Besar Tanggapi Pendapat Kapolda Sulut\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42474,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-42473","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-manado"},"views":113,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42473"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42473"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42473\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42478,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42473\/revisions\/42478"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/42474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42473"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=42473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}