{"id":42681,"date":"2026-08-24T14:59:25","date_gmt":"2026-08-24T14:59:25","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=42681"},"modified":"2026-08-24T14:59:26","modified_gmt":"2026-08-24T14:59:26","slug":"diduga-gelapkan-uang-sekolah-dan-uang-warga-guru-p3k-inisial-ng-di-smu-negeri-9-dilapor-ke-polresta-manado","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=42681","title":{"rendered":"Diduga Gelapkan Uang Sekolah dan Uang Warga, Guru P3K Inisial NG di SMU Negeri 9\u00a0 Dilapor ke Polresta Manado"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Manado,Swarakawanua.ID\u2014 Rentetan dugaan penyimpangan dan perseteruan kian mencuat di SMU 9 Negeri Manado. Seorang guru P3K berinisial NG alias Nesty, kini terseret dalam dua kasus yang saling berkaitan dan memancing pertanyaan besar dari masyarakat.<br><br>Pertama, warga Malalayang bernama Agus Budianto secara resmi melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan Nesty ke Polresta Manado.<br>Kasus dugaan penggelapan kemudian dibawa lelaki Agus ke Polresta Manado.<\/p>\n\n\n\n<p>Peristiwa berlangsung sejak Agustus 2022 hingga Agustus 2023, merugikan pelapor sebesar Rp4.900.000. Agus meminta aparat memproses laporan ini sesuai hukum tanpa rekayasa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan surat ini, saya mengharap agar laporan saya diproses dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan maupun rekayasa, serta mohon agar perkara ini diperiksa dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,\u201d tegas Agus Budianto dalam surat pengaduannya.<br><br>Kedua, kasus serupa juga terjadi di lingkungan SMA Negeri 9 Manado. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Hendra Massie, dugaan penipuan dan penggelapan dana sekolah yang dilakukan Pegawai P3K tersebut justru berulang, meski sudah dimaafkan berkali-kali.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekolah bahkan telah mengeluarkan tindakan tegas hingga surat peringatan kelima. Namun, sikap pemaaf itu justru disalahartikan oleh tenaga kontrak tersebut.<br><br>Kini, saat isu keuangan sekolah sedang disorot tajam, Nesty yang juga dikenal sebagai guru P3K tiba-tiba melaporkan dugaan pelecehan yang diklaim terjadi dua tahun silam dan dilakukan oleh Kepala Sekolah, Hendra Massie pada dirinya<\/p>\n\n\n\n<p>Merespons hal ini, Kuasa Hukum Hendra Massie, Supriyadi Pangellu, S.H., M.H., menegaskan hal itu penuh kejanggalan.<br>\u201cIni jelas pembunuhan karakter. Kenapa baru dilaporkan sekarang, tepat saat kasus dugaan penyimpangan dana sedang memanas? Kami sedang telusuri motif di baliknya,\u201d tegasnya.<br><br>Pihaknya tetap menghormati hukum dan akan hadir jika dipanggil, namun menegaskan Hendra Massie selama ini membawa SMAN 9 Manado raih prestasi nasional hingga internasional tanpa pernah ada catatan buruk serupa. Jika tuduhan ini terbukti rekayasa, langkah hukum balik atas pencemaran nama baik siap dijalankan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Selama ini Bapak Hendra Massie banyak berbuat nyata untuk kemajuan sekolah. Di bawah kepemimpinannya, SMAN 9 Manado mampu mencetak berbagai prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional. Sampai saat ini pun, belum pernah ada cerita atau laporan serupa sebelumnya,&#8221; tambahnya.<br><br>Pihak kuasa hukum juga menyatakan akan mengambil langkah hukum jika terbukti tuduhan tersebut merupakan rekayasa atau fitnah yang sengaja dibuat untuk merusak nama baik kepala sekolah demi kepentingan tertentu.<br><br>Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak yang dilapor. Pihak dilapor sendiri ketika dikonfirmasi melalui telp dan WA via WhatsApp dengan nomor 0853-4297-1xxx tidak memberikan respon. Masyarakat pun bertanya-tanya: apakah ini penegakan hak, atau strategi memutarbalikkan fakta demi menutup kesalahan lain?. (Danz&#8221;).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manado,Swarakawanua.ID\u2014 Rentetan dugaan penyimpangan dan perseteruan kian mencuat di SMU 9 Negeri <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=42681\" title=\"Diduga Gelapkan Uang Sekolah dan Uang Warga, Guru P3K Inisial NG di SMU Negeri 9\u00a0 Dilapor ke Polresta Manado\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42682,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-42681","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-manado"},"views":15,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42681"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42681"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42681\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42683,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42681\/revisions\/42683"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/42682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42681"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=42681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}