{"id":429,"date":"2020-07-05T15:58:41","date_gmt":"2020-07-05T15:58:41","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=429"},"modified":"2020-07-05T15:58:44","modified_gmt":"2020-07-05T15:58:44","slug":"boltim-dan-sitaro-tidak-terdampak-masuk-zona-hijau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=429","title":{"rendered":"Boltim dan Sitaro Tidak Terdampak, Masuk Zona Hijau"},"content":{"rendered":"\n<p><br>Manado, SwaraKawanua.ID-Jika&nbsp;<a href=\"https:\/\/beritamanado.com\/waspada-manado-dan-minahasa-zona-risiko-tinggi\/\">Manado dan Minahasa menjadi daerah dengan zona risiko tinggi penyebaran COVID-19<\/a>, dua daerah lain di Sulut justru sebaliknya.<br><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/beritamanado.com\/kasus-pasien-749-positif-covid-19-ternyata-bukan-warga-boltim-sehan-minta-dikoreksi\/\">Bolaa Mongondow Timur (Boltim)<\/a>\u00a0dan\u00a0<a href=\"https:\/\/beritamanado.com\/kabupaten-sitaro-catat-pasien-pertama-ini-rincian-32-kasus-positif-covid-19-di-sulut-per-28-juni-2020\/\">Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)<\/a>\u00a0menjadi dua kabupaten tidak terdampak dan menjadi area hijau berdasarkan peta risiko gugus tugas pusat.<br>Sementara risiko sedang disandang lima daerah dan risiko rendah enam wilayah.<\/p>\n\n\n\n<p>Zonasi risiko sendiri dihitung berdasarkan 14 indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"396\" src=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/IMG_20200705_235805-1024x396.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-432\" srcset=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/IMG_20200705_235805-1024x396.jpg 1024w, https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/IMG_20200705_235805-768x297.jpg 768w, https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/IMG_20200705_235805-300x116.jpg 300w, https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/IMG_20200705_235805-696x269.jpg 696w, https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/IMG_20200705_235805-1068x413.jpg 1068w, https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/IMG_20200705_235805.jpg 1078w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Wilayah Bolmong Raya dan Kabupaten Sitaro merupakan kawasan dengan kasus positif COVID-19 terbilang minim.<br>Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel beberapa waktu lalu menjelaskan letak geografis suatu wilayah sangat berpengaruh dalam penyebaran virus.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga kata Steaven Dandel, Sitaro dan sebagian wilayah Bolmong Raya seolah terlindung dari alam.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJumlah penduduk dan kondisi suatu kawasan menjadi faktor laju-tidaknya penyebaran virus. Dan memang beberapa kabupaten diuntungkan oleh itu,\u201d terang Dandel.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal lainnya, lanjut Dandel, adalah mobilitas penduduk suatu daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, Bolmong Raya dan Sitaro berbeda jauh dengan Kota Manado dari segi keramaian dan interaksi sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cManado sebagai ibukota provinsi, menjadi pusat metropolitan. Semua kabupaten terhubung di sini, jadi risiko transmisi juga besar,\u201d bebernya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan, tingkat kepadatan penduduk dan jarak tempat tinggal ikut mempengaruhi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau jarak rumah warga saling berdekatan, penularan virus rentan terjadi. Begitu juga sebaliknya,\u201d terang Dandel.<br><\/p>\n\n\n\n<p><undefined>Jumlah kasus per 100,000 penduduk berdasarkan Kabupaten\/Kota dengan Insiden Kasus COVID 19 tertinggierpisah, Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional)\u00a0<strong>Dr. Dewi Nur Aisyah\u00a0<\/strong>pada jumpa pers yang digelar tim gugus pusat, Rabu (1\/7\/2020) turut memaparkan insiden kasus COVID-19.i Sulut, ada Kota Manado yang berada di urutan enam nasional dengan insiden 169,86 per 100 ribu penduduk.<\/undefined><\/p>\n\n\n\n<p>Posisi pertama adalah Jakarta Pusat insiden 227.78 per 100.000 penduduk.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKedua ada Makassar, disusul Surabaya, Jayapura dan di posisi kelima Banjarmasin,\u201d kata Dewi Nur Aisyah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dewi Nur Aisyah, turut mempresentasekan lima provinsi dengan laju insiden atau insiden rate kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Lagi-lagi, DKI Jakarta menjadi provinsi yang memiliki insiden kasus tertinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dewi menjelaskan, insiden rate diperoleh melalui rumus perbandingan angka kasus positif per jumlah penduduk.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini kata Dewi, pemerintah melalui gugus tugas menggunakan rasio 100 ribu penduduk.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia mencontohkan, semisal kasus positif daerah A, B dan C sama 50 orang positif, tetapi yang membedakan ialah jumlah penduduk.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Dewi, jika jumlah positif daerah A dan B sama 50 orang, tetapi penduduk daerah A 200 orang, sedangkan di daerah B jumlah penduduknya 120 orang, maka laju insidensinya lebih tinggi dari daerah B.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAngka kasus positif mesti dilihat dengan spesimen yang terperiksa. Karena besar area dan jumlah screening yang dilakukan, seharusnya positivity ratenya rendah.<br>Interpetasi kedua, semakin besar jumlah tes yang dilakukan maka seharusnya positivity ratenya akan semakin rendah. Jadi kalau yang diperiksa hanya orang sakit, pasti positifnya lebih tinggi. Dan ketika angka positif semakin turun, itu artinya kita mulai mencoba memeriksa orang-orang yang mungkin nggak punya gejala,\u201d tandasnya.(dance\/bmdo)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manado, SwaraKawanua.ID-Jika&nbsp;Manado dan Minahasa menjadi daerah dengan zona risiko tinggi penyebaran COVID-19, <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=429\" title=\"Boltim dan Sitaro Tidak Terdampak, Masuk Zona Hijau\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-429","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-sulut"},"views":967,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/429"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=429"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/429\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":433,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/429\/revisions\/433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=429"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}