{"id":4326,"date":"2021-03-12T14:50:21","date_gmt":"2021-03-12T14:50:21","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=4326"},"modified":"2021-03-12T15:10:53","modified_gmt":"2021-03-12T15:10:53","slug":"usai-terima-100-juta-mantan-ketua-dpc-demokrat-bolmut-sebut-klb-ilegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=4326","title":{"rendered":"Usai Terima 100 Juta, Mantan Ketua DPC Bolmut Sebut KLB Ilegal"},"content":{"rendered":"\n<p>Manado, SwaraKawanua.ID-Setelah wakil Ketua DPC Kota Kotamobagu, Propinsi Sulut, buka mulut terkait pelaksanaan kongres luar biasa (KLB) Deli, Serdang, Sumut. Kini giliran mantan Ketua DPC&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/search\/searchall?query=Partai+Demokrat&amp;siteid=2\">Partai Demokrat<\/a>&nbsp;(PD) Bolaang Mongondow&nbsp; Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, Rahman Dontili melakukan hal yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p> Tapi Rahman bukan dapat 10 juta tapi dia mengaku kecipratan 100 juta saat hadir dalam acara yang diklaim KLB tersebut. Dia tidak menyebutkan nama kader Demokrat yang memberikan uang 100 juta kepadanya di kongres yang mengusung Moeldoka Ketum Demokrat versi KLB tersebut.<br><br>&#8220;Saya juga orang yang\u00a0 menerima uang Rp 100 juta. Tapi bukan berarti saya harus diam, ketika melihat ketidakbenaran ini,&#8221; kata Rahman dalam video yang diputar saat jumpa pers di DPP PD, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12\/3\/2021).<\/p>\n\n\n\n<p>Dia mengatakan, setelah balik dari sana, dirinya mencoba menghubungi DPP dan melaporkan hal itu, karena masih mencintai Partai Demokrat.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Rahman, orang-orang yang menghadiri KLB PD Deli Serdang itu bukan pemilik suara.Dia melihat seperti kegiatan kumpul-kumpul saja dari bernagai daerah. Karena itu, dirinya menilai KLB tidak sah dan cacat hukum.<br><\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Yang memang saya sangat melihat pelaksanaan kongres tersebut memang rancu dan cacat hukum, cacat prosedural, karena memang ketika pas acara dimulai semua itu, kita peserta dan bukan peserta itu sama,&#8221; sambung dia. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Rahman menyebut tidak proses registrasi pemilik suara. Dia menyebut&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/search\/searchall?query=KLB+Demokrat&amp;siteid=2\">KLB Demokrat<\/a>&nbsp;langsung dibuka dengan proses persidangan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jadi kita mau peserta dan yang tidak ikut, kita semua masuk tanpa diregistrasi. Jadi tidak ada registrasi anggota yang punya hak pilih dan hak suara yang sah, itu tidak ada. Jadi acara langsung dimulai diproses persidangan, dibuka, langsung ke pimpinan sidang definitif, yaitu pak Jhoni Allen,&#8221; tutur Rahman.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia meminta kepada Kemenkumham RI untuk menolak KLB ilegal tersebut. &#8220;Saya meminta, memohon dan berdoa agar Kemenkumham menolak KLB itu,&#8221; pintanya Karena menurutmya, kebenaran tidak bisa ditutupi walau dirinya mengaku sudah mendapat uang 100 juta dalam acara kongres tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Terpisah, Kepala Bamkostra Herzaky Mahendra Putra menyebut Rahman masih berstatus sebagai kader. Namun Herzaky belum bisa memastikan apakah Rahman akan dipecat sebagai kader atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Status dia sampai saat ini saya masih belum tahu. Setahu saya, dia masih kader, hanya dia mantan pengurus&nbsp;<em>aja<\/em>, tapi masih kader,&#8221; ungkap Herzaky. (dns)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manado, SwaraKawanua.ID-Setelah wakil Ketua DPC Kota Kotamobagu, Propinsi Sulut, buka mulut terkait <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=4326\" title=\"Usai Terima 100 Juta, Mantan Ketua DPC Bolmut Sebut KLB Ilegal\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4332,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-4326","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-politik"},"views":610,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4326"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4326"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4326\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4335,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4326\/revisions\/4335"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4326"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}