{"id":5624,"date":"2021-04-15T11:55:03","date_gmt":"2021-04-15T11:55:03","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=5624"},"modified":"2021-04-15T11:55:05","modified_gmt":"2021-04-15T11:55:05","slug":"sudah-12-kecamatan-lagi-dkpp-talaud-kukuhkan-53-koptan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=5624","title":{"rendered":"Sudah 12 Kecamatan, Lagi, DKPP Talaud Kukuhkan 53 Koptan"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Talaud, Swarakawanua.id-Sebanyak 53 kelompok tani (poktan) kelas pemula dari 12 desa yang ada di wilayah kecamatan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud, dikukuhkan Kamis (15\/04\/2021) tadi bertempat di Balai Pertemuan Masyarakat (BPM) Desa Pantuge Timur.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengawali giat pengukuhan, Camat Kabaruan Frenki Tiolong, SSTP menuturkan maksud dilaksanakannya kegiatan ini sebagai bentuk legalitas formal kelembagaan bagi petani, sebagaimana komitmen bersama Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa untuk mendorong dan menggerakkan perekonomian melalui pembangunan pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saya berharap pengukuhan ini bukan sekedar acara seremonial saja melainkan dapat menumbuhkembangkan pengelolaan pertanian yang lebih terarah serta dapat membangun jiwa dan semangat bertani&#8221;, ujar Camat Kaburuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Talaud bahwa pengukuhan poktan di Kecamatan Kabaruan untuk kesekian kalinya dalam hal ini sudah dilaksanakan di sekitar 12 Kecamatan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"405\" src=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG-20210415-WA0027.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5626\" srcset=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG-20210415-WA0027.jpg 720w, https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG-20210415-WA0027-300x169.jpg 300w, https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG-20210415-WA0027-696x392.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Kadis DKPP Drs. Melksion Saweduling dalam sambutannya mengatakan, lewat Koptan yang ada agar petani bisa lebih fokus dalam meningkatkan pangan. Lanjutnya, selesai dikukuhkan maka kelompok segera bergerak dengan kegiatan masing-masing termasuk melengkapi perencanaan kebutuhan dalam bentuk administrasi rencana definitif kebutuhan kelompok. Sehingga pihak DKPP dapat segera menindaklanjuti sampai dengan memasukkannya dalam SIMLUHTAN di Kementerian Pertanian RI.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dengan demikian kedepannya kelompok dapat menerima bantuan pemerintah menurut perencanaan dan kebutuhan serta tepat sasaran,&#8221; ungkapnya.<br>Dalam forum yang bernuansa penuh keakraban dengan para petani se-kecamatan Kabaruan ini, Saweduling kembali mengajak untuk merubah pola pikir menuju paradigma baru.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Bila mana selama ini daerah kita selalu mendatangkan bahan pangan dari luar atau import maka sekarang mari kita balikkan keadaan supaya kedepan dengan produksi pertanian yang kita hasilkan bisa diekspor keluar daerah&#8221; pungkasnya. Ia menambahkan supaya jangan terjadi lagi ada petani membeli rica, tomat dan sayur kepada pegawai ini dunia terbalik namanya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Mana bisa yang berkebun itu pegawai lalu petani yang jadi pembeli, karena itu mulai sekarang mari kita balikkan keadaan pada kondisi yang sesungguhnya&#8221; ajak kadis low profile ini. (Oping Mona).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Talaud, Swarakawanua.id-Sebanyak 53 kelompok tani (poktan) kelas pemula dari 12 desa yang <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=5624\" title=\"Sudah 12 Kecamatan, Lagi, DKPP Talaud Kukuhkan 53 Koptan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5625,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-5624","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kepulauan-sangihe"},"views":890,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5624"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5624"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5624\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5627,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5624\/revisions\/5627"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5624"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=5624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}