{"id":6378,"date":"2021-05-14T16:16:27","date_gmt":"2021-05-14T16:16:27","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=6378"},"modified":"2021-05-14T16:16:30","modified_gmt":"2021-05-14T16:16:30","slug":"punya-16-istri-dan-151-anak-pria-ini-tiap-malam-layani-4-istri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=6378","title":{"rendered":"Punya 16 Istri dan 151 Anak, Pria Ini Tiap Malam Layani 4 Istri"},"content":{"rendered":"\n<p>Swarakawanua.id-Lelaki Nyondoro, 66 asal Simbabwe, dia sudah memiliki 16 istri dan 151 anak termasuk anak tiri, namun bersiap untuk menikah lagi dengan perempuan muda yang memiliki libido tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia tidur dengan empat dari 16 istrinya semalam karena ingin memiliki lebih banyak keturunan sebagai bagian dari &#8220;proyek poligami&#8221; selama 38 tahun.<br>Nyandoro yang tak pernah puas mengeklaim bahwa pekerjaan penuh waktunya adalah memuaskan 16 istrinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun berusia 66 tahun, dia mengeluh bahwa dia perlu terus menikahi wanita yang lebih muda karena istri yang lebih tua tidak dapat mengikuti langkahnya yang mengkhawatirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengutip media lokal, The Herald, kemarin (11\/5\/2021), Nyandoro tidak bekerja. Namun, dia menikmati kehidupan mewah berkat anak-anaknya, yang katanya menghujaninya dengan hadiah dan uang. Sedangkan istrinya memasak, bersih-bersih dan memenuhi setiap keinginannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ayah dari 151 ini tidak memiliki rencana untuk bersantai dan sekarang bersiap untuk menikahi perempuan muda untuk dijadikan istri ke-17.<\/p>\n\n\n\n<p>Nyandoro mengatakan bahwa andai dia bisa mengelolanya, dia akan memiliki 100 istri dan akan memiliki 1.000 anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Pensiunan veteran perang dari Zimbabwe itu mengatakan dia tidak bekerja karena pekerjaan penuh waktunya adalah memuaskan istri-istrinya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Apa yang saya lakukan di sini adalah menyelesaikan proyek saya. Sebuah proyek poligami yang saya mulai pada tahun 1983 dan tidak bermaksud untuk berhenti sampai kematian membawa saya pergi,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saat ini saya sedang merencanakan pernikahan saya yang ke-17 dengan upacara yang diperkirakan akan berlangsung musim dingin ini.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Pria berusia 66 tahun itu mengaku tidak merasakan beban keuangan karena memiliki lebih dari 150 anak dan mengeklaim bahwa dia benar-benar mendapat manfaat dari keluarga besarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Anak-anak saya memanjakan saya. Saya terus-menerus menerima hadiah dan uang tunai dari mereka dan putra tiri saya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dua istrinya kini tengah hamil. Setidaknya 23 putranya sudah menikah, salah satunya mengikuti jejak ayahnya dengan memiliki empat istri.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski memiliki 16 istri, Nyandoro mengaku tidak pernah stres. Bahkan, dia mengaku tidak pernah bekerja dan masing-masing istrinya menyayanginya.<\/p>\n\n\n\n<p>Masing-masing dari istrinya tersebut juga memasakkan makanan terpisah untuknya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSetiap istri saya memasak untuk saya setiap hari tetapi aturannya adalah saya hanya makan makanan lezat, apa pun yang saya rasa di bawah standar akan dibuang,\u201d kata Nyandoro.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMereka tahu aturannya dan berjanji tidak akan marah ketika saya mengirim makanan mereka kembali,\u201d sambung Nyandoro.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia menambahkan, setiap makanan yang dikembalikan harusnya menjadi pelajaran bagi istrinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir kali, dia menikah pada 2015 dan kemudian mengambil jeda sejenak karena situasi ekonomi yang buruk di Zimbabwe.<\/p>\n\n\n\n<p>Nyandoro bahkan telah berencana menikah pada 2021 alias tahun ini.Nyandoro yang tak pernah puas mengeklaim bahwa pekerjaan penuh waktunya adalah memuaskan 16 istrinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun berusia 66 tahun, dia mengeluh bahwa dia perlu terus menikahi wanita yang lebih muda karena istri yang lebih tua tidak dapat mengikuti langkahnya yang mengkhawatirkan<\/p>\n\n\n\n<p>Mengutip media lokal, The Herald, kemarin (11\/5\/2021), Nyandoro tidak bekerja. Namun, dia menikmati kehidupan mewah berkat anak-anaknya, yang katanya menghujaninya dengan hadiah dan uang. Sedangkan istrinya memasak, bersih-bersih dan memenuhi setiap keinginannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ayah dari 151 ini tidak memiliki rencana untuk bersantai dan sekarang bersiap untuk menikahi perempuan muda untuk dijadikan istri ke-17.<\/p>\n\n\n\n<p>Nyandoro mengatakan bahwa andai dia bisa mengelolanya, dia akan memiliki 100 istri dan akan memiliki 1.000 anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Pensiunan veteran perang dari Zimbabwe itu mengatakan dia tidak bekerja karena pekerjaan penuh waktunya adalah memuaskan istri-istrinya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Apa yang saya lakukan di sini adalah menyelesaikan proyek saya. Sebuah proyek poligami yang saya mulai pada tahun 1983 dan tidak bermaksud untuk berhenti sampai kematian membawa saya pergi,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saat ini saya sedang merencanakan pernikahan saya yang ke-17 dengan upacara yang diperkirakan akan berlangsung musim dingin ini.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Pria berusia 66 tahun itu mengaku tidak merasakan beban keuangan karena memiliki lebih dari 150 anak dan mengeklaim bahwa dia benar-benar mendapat manfaat dari keluarga besarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Anak-anak saya memanjakan saya. Saya terus-menerus menerima hadiah dan uang tunai dari mereka dan putra tiri saya,&#8221; ujarnya. (dns).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Swarakawanua.id-Lelaki Nyondoro, 66 asal Simbabwe, dia sudah memiliki 16 istri dan 151 <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=6378\" title=\"Punya 16 Istri dan 151 Anak, Pria Ini Tiap Malam Layani 4 Istri\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6379,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-6378","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-sulut"},"views":775,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6378"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6378"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6378\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6380,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6378\/revisions\/6380"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6378"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6378"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6378"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=6378"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}