{"id":6925,"date":"2021-06-08T15:50:31","date_gmt":"2021-06-08T15:50:31","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=6925"},"modified":"2021-06-08T15:51:25","modified_gmt":"2021-06-08T15:51:25","slug":"dkkp-tanam-perdana-bersama-poktan-christiani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=6925","title":{"rendered":"DKKP Talaud Tanam Perdana Bersama Poktan Christiani"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Talaud, Swarakawanua.id- tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Talaud menghadiri kegiatan penanaman perdana jagung di kebun kelompok tani (poktan) Christiani di Desa Nunu Utara Kecamatan Rainis.<\/p>\n\n\n\n<p>Giat tersebut turut dihadiri oleh pemerintah desa setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan BPP Kecamatan Rainis, Tampan&#8217;amma dan Pulutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengawali serangkaian kegiatan penanaman, dilakukan ibadah syukur dan permohonan yang dipimpin oleh Pdt. Van Heifel R Ambuliling, STh dengan motivasi firman yang disampaikan mengusung thema tentang Penabur dan Perumpamaan Tentang Benih Yang Tumbuh, esensinya bahwa manusia (petani-red) hanya bisa menabur tetapi Tuhanlah yang bekerja memberikan pertumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya bahwa sebagai petani janganlah mengandalakan kekuatan dan kemampuan pribadi atau kelompok, tetapi selalu mangandalkan Tuhan dalam berusaha.<\/p>\n\n\n\n<p>Tokoh agama yang ikut hadir Pdt. Merry Lusya Awalo , S.Th turut memberi penguatan terkait dengan hasil kerja yang ingin dicapai. &#8220;Hasil tidak lepas dari kewajaran siklus dan waktu serta kewajaran proses atau usaha yang tidak instan, sehingga pada akhirnya hasil tidak mengkhianati proses&#8221;, ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat kepulauan Talaud yang masih kental dengan nilai-nilai adat dan tradisi, acara dilanjutkan dengan ritual adat melalui doa permohonan secara tradisional oleh inangngu wanua Nunu Imanuel Sasea.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini merupakan kebiasaan masyarakat adat Talaud sebagai wujud berserah dan memohon keberuntungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Drs. Melksion Saweduling, MM, ME. dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan, Patner Andasia, S.ST memberikan apresiasi kepada Poktan Christiani yang diketuai oleh Justus Larenggam ini.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami sungguh salut dan bangga atas responsibilitas serta inisiatif pribadi dan kelompok tani yang telah bekerja secara mandiri untuk menyukseskan program unggulan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati dr. Elly Engelbert Lasut dan Wabup Drs. Moktar Arunde Parapaga, yang mana untuk sektor pertanian telah mengandalkan jagung sebagai komoditi unggulan atau primadona baru&#8221;, tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ditambahkannya pula atas nama Kadis disampaikan bahwa DKPP selaku instansi teknis berharap kepada para petani dan poktan agar bisa responsif dan serius dalam mengimplentasikan program Gerakan Tanam Jagung (Gentaja) yang telah dicanangkan oleh pemda beberapa waktu lalu sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah untuk mengangkat sektor pertanian dari hasil komoditi jagung.<\/p>\n\n\n\n<p>Di hari yang sama tim DKPP yang diperlengkapi dengan KJF Penyuluh Pertanian menyusur kebun anggota poktan di tempat berbeda. Di kebun milik petani Markus Tempoh dilakukan juga kegiatan penanaman benih jagung, dilanjutkan dengan peninjauan tanaman cabai dan melaksanakan penyuluhan lapangan tentang penanganan hama dan penyakit tumbuhan dengan cara identifikasi secara langsung. Kunjungan DKPP diakhiri dengan panen kacang tanah di kebun milik Kel. Tempoh-Ruung tersebut. (OM).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Talaud, Swarakawanua.id- tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Talaud <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=6925\" title=\"DKKP Talaud Tanam Perdana Bersama Poktan Christiani\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6926,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-6925","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kepulauan-sangihe"},"views":723,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6925"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6925"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6928,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6925\/revisions\/6928"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6926"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6925"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=6925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}