{"id":8805,"date":"2021-09-15T08:42:57","date_gmt":"2021-09-15T08:42:57","guid":{"rendered":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=8805"},"modified":"2021-09-15T09:10:15","modified_gmt":"2021-09-15T09:10:15","slug":"jokowi-terbit-pp-nomor-94-pangelu-netralisasi-asn-mudah-diawasi-di-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=8805","title":{"rendered":"Jokowi Terbit PP Nomor 94, Pangellu: Netralisasi ASN Mudah Diawasi di 2024"},"content":{"rendered":"\n<p>CAPTION : Komisioner Bawaslu Sulut, Supriyadi Pangellu SH, MH alias Adi.(*).<\/p>\n\n\n\n<p>Manado, Swarakawanua.id-Komisioner Bawaslu Sulut Supriyadi Pangellu mengapresiasi terbitnya PeraturanPemerintah(PP) Nomor 94<br>2021 tentang Disiplin PegawaiNegeriSipil(PNS) yang ditandatangani oleh Presiden RI pada tanggal 31Agustus 2021.<\/p>\n\n\n\n<p>Peraturan tersebut tentu akan berdampak<br>positif pelaksanaan dan pengawasan Pemilu dan pemilihan serentak tahun<br>2024 terutama pengawasan netralitas aparatur sipilnegara (ASN), Selasa,<br>(14\/9\/2021).<br>Peraturan ini juga memperkuat pengaturan tentang DisiplinPNS dari PP sebelumnya<br>No.53 Tahun 2010 Dimana dalam PP No.94 Tahun 2021 deskripsilarangan bagi<br>calon Kepala Daerah\/Wakil Kepala Daerah disamakan dengan larangan PNS untuk<br>memberikan dukungan calon Presiden\/Wakil Presiden, calon anggota Dewan<br>Perwakilan Rakyat, calona nggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon anggota<br>Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sehingga naskah lengkapnya menjadi:<br>Pasal 5 tentang larangan bagi PNS dalam huruf n memberikan dukungan kepada<br>calon Presiden Wakil Presiden, calon Kepala Daerah\/Wakil kepala Daerah, calon<br>anggota Dewan Perwakilan Rakyat, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah,atau<br>calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengancara:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"516\" src=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_20210915_163820-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-8807\" srcset=\"https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_20210915_163820-1.jpg 720w, https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_20210915_163820-1-300x215.jpg 300w, https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_20210915_163820-1-696x499.jpg 696w, https:\/\/swarakawanua.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_20210915_163820-1-586x420.jpg 586w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>1.ikutkampanye;<br>2.menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau aribu PNS;<br>3.sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lainnya.<br>4.Sebagai peserta kampanye denganmenggunakan fasilitas negara;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\"><li>membuat keputusan dan\/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan<br>salah satu pasangan calon sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye;<br>6.Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan<br>calon yang menjadi peserta pemilu ebelum, selama dan sesudah masakampanye<br>meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang padaPNS<br>dalam lingkunganuni kerjanya,a anggota keluarga dan anmasyarakat dan\/atau.<br>7 Memberikan surat dukungan disertai fotokopi KartuTanda Penduduk atau Surat KeteranganTanda Penduduk.<br>Pada peraturan sebelumnya PP No.53 Tahun2010 di Pasal4 :larangan bagi PNS<br>untuk mendukung calon Kepala Daerah\/WakilKepala Daerah terutama pada<br>kegiatan kampanye yang berbunyi:terlibat dalam kegiatan kampanye untuk<br>mendukungcalon kepala Daerah\/Wakil KepalaDaerah.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Sehingga larangan bagi PNS<br>dalam Pemilu dan Pemilihan relati sama, sehingga lebih memudahkan bagi<br>pengawas Pemilu dalam menjalankan tugas.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika terbukti melanggar dalam Pasal 7 kepada PNS yang melanggar dapat dijatuhi<br>hukuman disiplin dari yang teringan berupa teguran lisan hingga yang terberat yakni<br>pemberhentian denganhormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS alias<br>dipecat(Pasal8).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam laporan hasil pengawasan Bawaslu pada pemilihan kepaladaerah(Pilkada)<br>tahun 2020 terdapat 917 pelanggaran netralitas ASN, terdiri dari 484 kasus<br>memberikan dukungan kepada salah satu paslon dimedia sosial,150 kasus<br>menghadiri sosialisasi partai politik,103 kasus melakukan pendekatan ke parpol,<br>110 kasus mendukung salah satu paslon, dan 70 kepala desa mendukung salah satu<br>paslon atas pelanggaran tersebut rekomendasi Bawaslu kepada KASN yang<br>kemudian mengeluarkan rekomendasi kepada PPK sebanyak1.562.<br>Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar sebagimana disampaikan Komisioner Bawaslu Sulut Supriyadi Pangellu SH, MH menambahkan, pelanggaran netralitas ASN<br>pada kampanye pilkada serentaktahun2020tl terbanyakmasih di mediasosial<br>(Medsos)<\/p>\n\n\n\n<p>.&#8221;Terdapat403kasuspelanggaranASNdiMedsos,pelanggaranberupa<br>memberikan dukungan melalui mediasosial,&#8221;kata Koordinator DivisiHukum,Humas,<br>dan DatinBawaslutersebut sebagaimana disampaikan Supriyadi Pangellu.<\/p>\n\n\n\n<p>PelanggaranNetralitasASN tersebut menjadi pelanggaran yang relatif dominan<br>dibandingkan denganpelanggaran yanglain. Untuk itu, Bawaslu berharap ancaman<br>Hukuman fisiplinyang tercantum di atas dapat menjadi pencegahan dan pengingat<br>bagi setiap PNS dan jugaASN untuk menjaga netralitas dalam Pemilu202.<br>Agar<br>pelanggaran netralitas ASN yang terjadidi Pemilihan tahun 2020 tidak terulang<br>kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepada seluruh jajaran ASN Bawaslu diseluruhI ndonesia hunggastrukturadhoc,<br>selaku penyelenggara pemilu diinstruksikan agar dapat adicontoh bagi ASN<br>.<br>yang lain demi tegaknya netralitas ASN pada pemilu dan Pemilihantahun2024.<br>&#8220;Bersama Rakyat Awasi Pemilu Bersama BawasluTegakkan KeadilanBawaslu&#8221;<br>tambah Putra Asli Tanah Porodisa julukan kabupaten Talaud ini. (Danz\/*).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CAPTION : Komisioner Bawaslu Sulut, Supriyadi Pangellu SH, MH alias Adi.(*). Manado, <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/swarakawanua.id\/?p=8805\" title=\"Jokowi Terbit PP Nomor 94, Pangellu: Netralisasi ASN Mudah Diawasi di 2024\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8806,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-8805","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-manado"},"views":1172,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8805"}],"collection":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8805"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8805\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8810,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8805\/revisions\/8810"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8805"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/swarakawanua.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=8805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}