oleh

Kadis Pertanian Peternakan Perkebunan Minahasa Himbau Waspada PMK pada Hewan Ternak

Minahasa swarakawanua.id- Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular.

Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba termasuk juga hewan liar seperti gajah, rusa dan sebagainya.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan Kabupaten Minahasa Dr Ir Margaretha Ratulangi MAP, saat ditemui mengatakan untuk semua peternak yang ada di Kabupaten Minahasa untuk tetap waspada dengan penyakit ini.

“Sudah 19 provinsi di Indonesia yang terkena penyakit ini, sementara untuk Sulawesi masih dikategorikan zona hijau namun para peternak agar dapat waspada dengan penyakit ini, karena bisa mengakibatkan kematian kepada ternak,” ungkap Kadis Ratulangi.

Ia pun mengatakan, peternak lebih jelih melihat jika ada gejala seperti ini pada hewan. Panas tinggi 39-41°, lemah,lesu, dan nafsu makan menurun.

“Jika ada gejala seperti itu, saya harap para peternak segera melaporkan pada dinas terkait,” lanjut Kadis yang dikenal ramah ini.

Tak lupa ia mengatakan cara mengantisipasi penyakit PMK ini, yaitu dengan melakukan bio security dengan selalu membersikan kadang dan menyemprot dengan disinfektan.

Sementara untuk upaya dinas Pertanian Peternakan Perkebunan Minahasa mengantisipasi penyakit PMK, dengan bekerja sama dengan dinas Karantina Provinsi, gencar melakukan sosialisasi di berbagai tempat.

“Yang kami lakukan saat ini, bekerjasama dengan dinas Karantina Provinsi terus melakukan sosialisasi di radio, dimedia, dan memberikan himbauan kepada para camat,” pungkas Margaretha.

Diketahui untuk penyakit PMK ini menurut menteri kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, penyakit mulut dan kuku yang menjangkiti hewan ternak ini tidak akan membahayakan manusia. Kemenkes telah berdiskusi dengan organisasi kesehatan dunia (WHO) dan badan kesehatan dunia (OIE) untuk memastikan PMK ini, hanya menulari hewan. (Echa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.