Kejari Didesak Usut Aliran Dana Bawaslu Manado

Caption: Helly Rantung

Manado, SwaraKawanua.ID-Belum dibayarnya dana SPPD Panwascam dan Panwaslur se-kota Manado mengundang tanya mengalirnya aliran dana Bawaslu Manado.

Megahmark

Apalagi menurut Bendahara Bawaslu Manado semua berkas SPPD Panwascam dan Panswaslur sudah anyor di bawa banjir. Hal ini yang membuat Panwascam dan Panwaslur bakal membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Salah seorang Panwascam kepada SwaraKawanua.ID menegaskan, pihaknya sudah sepakat akan melaporkan hal ini ke Polresta Manado bahkan ke Kejari Manado.

“Pilkada so selesai, SPPD bulan Oktober, November dan Desember 2020, belum juga dibayarkan. Kong skrang bilang so anyor, sagala putar bale jo,” terang salah seorang Panwascam yang enggan menyebutkan namanya.

Bukan hanya dana SPPD, karena dana kelompok kerja (Pokja) juga sampai saat ini belum dibayarkan.

“Masih banyak lagi, dana-dana yang belum dibayarkan, sementara hibah pemkot sudah diserahkan semuanya ke Bawaslu Manado untuk suksesnya Pilkada Manado 2020,” ungkap sumber Panwascam Manado yang sudah dua periode ini.

Dia meminta pihak Kejari Manado dan Polresta Manado segera mengusut tuntas aliran dana Bawaslu Manado.

“SPPD sudah menjadi torang pe hak maka harusnya sudah realisasi bambayarannya,” ucap personil Panwascam yang dikenal vokal ini.

Sementara itu, Bendahara Bawaslu Manado, Helly Rantung mengungkapkan bahwa Bawaslu Manado akan tetap membayar SPPD Panwascam dan Panwaslur.

“Bukan so anyor, salah bilang kita. Mar karena berkas sudah kena hujan jadi rusak,” katanya sembari mengatakan Bawaslu Manado akan bertanggungjawab akan hal itu.

“Masih mau bayar tapi bertahap. Kemungkinan minggu depan so mo bayar. Jadi dorang pe SPPD nyanda pulih,” jelas Bendahara Bawaslu Manado ini. (dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *