Mantan Napi dan Preman Jadi Saksi Tuhan di Pasar Langowan

Manado, Swaraakawanua.ID-Sejumlah mantan narapidana dan preman yang tergabung dalam Tim Harvester Ministry mengunjungi pasar Langowan dalam rangka menyampaikan Inji Firman Tuhan dalam pelayan KKR jalanan. Sabtu, 4 Juli 2020

Tim yang di pimpin oleh Pdt. Jerry Sanger, S.Th sebagai Ketua pelayanan Harvester Ministry bersama sejumlah mantan narapidana dan preman dalam kesaksian sangup mengetarakan pasar langowan, dan medapat respon dari pengunjung dan penjual.

Megahmark

Wajah penuh harupun ditunjukan para pengunjung pasar dan penjual saat para mantan narpidana dan preman menyampaikan kesaksian Firman Tuhan dalam kehidupa mereka, bahwa Yesus adalah Tuhan yang sangup menyelamatkan seluruh umat manusia, dengan penuh semangat.

Sebagai pembicara, Pdt. Jerry Sanger, S.Th dalam Khotbanya menyampaikan, Mujizat yang paling besar adalah bukan orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, orang mati dibangkitkan akan tetapi mujizat yang paling terbesar adalah ketika hati kita berbalik dan datang kepada Tuhan.

” Saudara sadara telah mendengarkan kesaksian kesaksian tadi, kami bersaksi disini bukan membangakan diri tapi mebangakan Yesus yang luar biasa yang melakukan mujizat bagi teman teman kami, dari kehidupan yang lama boleh diubahkan Tuhan,” ucap Pdt. Jerry Sanger, S.Th dalam Khotbanya.

P.dt Donny Turangan, SH sebagai Ketua Pekabaran Injil (PI) Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo menyampaikan, dalam rangka KKR jalanan dimasa pandemi Corona Virus Covid 19, kami dari Tim Harvester Ministry terus mensosialisasikan protokol kesehatan, physical distancing dan sosial distancing.

” Sebelum Ibadah KKR jalanan ini di mulai, didahului dengan hibauan himbauan protokol kesehatan untuk masyarakat yang ada di pasar pasar maupun terminal terminal,” terang Turangan

Turangan menyampaikan, Acara ini dispongsori oleh Departemen Pekabaran Injil GBI Sulawesi Utara dan Gorontalo bersama Harvester Ministry dan Tim Rajawali serta melibatkan pelayanan pelayanan oikumene lainnya.

” Kami turun tidak bawah satu gereja, tapi kami turun dengan berbagai gereja dan mau memberkati masyarakat di sulawesi utara, karena ijin yang kami dapat juga ijin dari polda sulut dan di ijin tersebut menyampaikan untuk penginjilan di pasar pasar, terminal terminal langsung dengan imbauan imbauan protokol kesehatan dari pemerintah,” jelas Turangan

Lanjut Turangan, kedepan untuk pelayanan ini agar supaya setiap masyarakat yang ambil bagian dalam ibadah, apakah di pasar pasar atau terminal terminal bisa meperhatikan protokol kesehatan karena kita suda ada di era yang normal, tapi bukan biasanya.

” Artinya, kita ada di kenormalan baru di tatanan kehidupan yang normal tetapi dalam kenormalan baru kita harus membiasakan diri dengan memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, menjaga kesehatan, sehinga kita hidup dalam protokol mesehatan new normal live, karena masyarakat sudah tinggal tiga bulan di rumahnya makanya kami turun langsung ke jalanan, ke pasar, ke terminal agar dapat memuliakan nama Tuhan, biar nama Tuhan ditinggikan,” tutup Pdt. Donny Turangan. (Dance)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *