Mantan Rektor Akui Diperiksa Terkait “Kelas Jauh” Unima Dua Kali Ujian, Pakai APBD Yapen

Foto: Prof. P Tuerah

Manado, SwaraKawanua.ID-Program  kelas jauh Universitas Negeri Manado (Unima) yang dilakukan di kabupaten Yapen, Papua, makin berpolemik. Buktinya, tak hanya mantan Pembantu Rektor Satu dan Tiga Unima diperiksa, tapi pihak Kejari Kabupaten Yapen, mengambil keterangan dari mantan Rektor Unima yakni  Prof Prof Philotheus Tuerah.

Megahmark

Kepada SwaraKawanua.ID, Tuerah mengakui kalau pemeriksaan kelas jauh Unima terkait dengan pelaksanaan ujian dua kali dilakukan Unima terhadap mahasiswa kelas jauh di kabupaten Yapen, Papua. “Saya diambil keterangan pada Minggu lalu,” ujar mantan Rektor Unima ini kemarin via ponselnya.

Tuerah menjelaskan, ujian kelas jauh Unima sudah pernah dilaksanakan pada tahun 2015 namun pada tahun 2019 ironisnya kegiatan serupa dilakukan lagi. Dia mengakui kalau anggaran pelaksanaan ujian pakai dana APBD kabupaten Yapen berkisar miliaran rupiah. “Angkanya saya tidak tau persis karena masih dalam pemeriksaan tapi sudah pasti nilainya miliaran,” jelas mantan Rektor Unima ini.

Dia juga sempat mengingatkan bahwa  kegiatan ujian dan wisuda mahasiswa kelas jauh di kabupaten Yapen sudah pernah dilaksnakan sebelumnya sehingga tidak bisa digelar lagi apalagi memakai dana APBD kabupaten Yapen  “Sesuai aturan, program kelas jauh  tidak bermasalah tapi pelaksanaan ujian dua kali yang diperiksa pihak Kejari Yapen tahun m. (dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *