PD Pasar Jadi Bumerang, Enam Calon Dirut Versi Kader PDIP

Manado, SwaraKawanua.ID-Terkatung-katungnya pembayaran gaji karyawan PD Pasar Manado akan menjadi bumerang tersendiri bagi calon Direktur dan direksi PD Pasar Manado nantinya. Pasalnya, banyak persoalan di tubuh PD Pasar Manado yang akan diselesaikan direksi PD Pasar Manado yang baru dalam upaya pembenahan terlebih kesejahteraan karawan di tempat tersebut.

Megahmark

Lalu siapa yang layak menduduki kursi orang nomor satu di PD Pasar Manado setelah PDIP memenangkan Pilkada Manado 9 Desember 2020? Sejumlah nama mulai dimunculkan kader PDIP yang dinilai layak menduduki posisi jabatan PD Pasar Manado.

Ada enam nama kader terbaik PDIP yang berjuang jiwa raga bahkan materi memenangkan paslon AARS di Pilkada Manado yakni Stenly Tamo (mantan anggota DPRD kota Manado, Tonny Rawung (mantan anggota DPRD kota Manado, Marco Tampi (mantan anggota DPRD kota Manado, Pinkan Nuah (mantan anggota DPRD kota Manado) Lucky Senduk alias Inga dan Novie Lomowa (mantan Sek PDIP Manado).

“Dorang enam ini termasuk torang pe bos-bos di partai yang layak di jabatan direksi PD Pasar Manado dan semua tergantung pak Bos AARS dan terlebih restui Ketua PDIP Sulut pak Olly Dondokambey karena sudah berkaitan dengan kader,” ucap sejumlah kader PDIP saat berbincang-bincang dengan wartawan SwaraKawanua.ID.

Lanjut kader, kemenangan PDIP di Pilkada Manado dan Pilgub Sulut akan membawa efek domino terhadap kader militan bahkan tim relawam eksternal yang telah berjuang memangkan paslon Gub dan Wagub ODSK dan calon walikota dan wawali Manado AARS. “Sudah saatnya baku ganti karena kemenangan PDIP sudah sejak lama dinantikan kader bahkan masyarakat kota Manado,” jelas kader militan PDIP yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara bocoran yang diterima dari berbagai kader PDIP, sosok Tonny Rawung enggan menduduki posisi-posisi penting di BUMD. “Ko Tonny cuma suma mangael di laut, karena itu beliau pe kesenangan yang penting PDIP so menang. Mar kalo pak OD perintah komang, Ko Tonny Rawung alias Tora nimbole tolak,” ucap kader militan sekaligus timses AARS dari wilayah Mapanget ini. (DN5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *