oleh

Penyataan CG Atas Momo Sangihe Cenderung Tak Memiliki Moral dan Wawasan Baik

Manado, Swarakwanua.id – Penyataan CG terhadap Momo-momo Sangihe ‘Keremos’ atau tak terurus tuai banyak sorotan dari berbagai kalangan salah satunya dosen di Politeknik Nusa Utara (Polnustar) Prof DR Ir Frans Gruber Ijong, MSc.

Secara tegas ia mengatakan sangat tidak senang atau marah kepada CG karena secara sadar dan sengaja telah merendahkan perempuan Sangihe yang dipanggil dengan sebutan Momo.

“Perilakunya tidak mencerminkan seorang Kritiani bahkan cenderung tidak memiliki moralitas dan wawasan baik. Merendahkan sebutan Momo sama dengan membuka potensi perpecahan antar suku,” ujarnya tegas.

“Momo secara khusus adalah panggilan khas bagi perempuan Sangihe baik untuk Moyang, Nenek, Ibu, dan Saudara saya apalagi mereka tidak pernah berhutan atau mengemis kepada Moyang, orang tua, ibu dan saudara CG,” ujarnya kembali.

Mantan Direktur Polnustar ini menegaskan jika ada yang melakukan pembelaan tehadap CG ini merupakan salah satu hasutan untuk memancing pemusuhan dan cenderung mengarah kepada sentimen.

“Saya tidak ingin hal Seperti itu terjadi. Kalau saja CG adalah wanita terhormat dan seorang Kristiani seharusnya sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perkataan bodoh tersebut,” tandasnya.

Sebagai tambahan, hingga berita ini diterbitkan belum ada pemintaan maaf secara terbuka oleh CG baik di medsos atau dipemeberitaan.(Mesakh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.