Program “Kelas Jauh” Diduga Bermasalah, Mantan Petinggi Unima Diperiksa

Manado, SwaraKawanua.ID-Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua dan Kejari Yapem mendatangi kota Manado.

Megahmark

Kedatangan tim ini dikabarkan untuk mendalami dugaan program kuliah jarak jauh yang digelar Universitas Negeri Manado (Unima) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yapen provinsi Papua di era kepemimpinan Prof P. Tuerah kemudian dilanjutkan Rektor Prof. Dr. Julyeta P.A. Runtuwene, M.S.

Kedatang tim penyidik kejaksaan untuk mengambil keterangan dari sejumlah mantan pejabat Unima.

Dari informasi yang berhasil dirangkum, tim yang berjumlah 3 orang ini, telah beberapa kali memanggil dan meminta keterangan berkaitan dengan temuan APBD Kabupaten Yapen yang membiayai progran “kelas jauh” yang dibuka Unima di tempat tersebut.

Tim menggunakan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado di bilangan Sario, Manado untuk melakukan pemeriksaan kepada sejumlah mantan petinggi Unima, Selasa (12/01) kemarin. Mereka diperiksa terkait penganggaran Pemkab Yapen terhadap kelas jauh Unima yang diduga bermasalah.

Dari salah satu anggota tim Penyidik yang berhasil dijumpai awak media dipelataran parkir kantor Kejari Manado mengungkapkan tidak ada jadwal pemeriksaan terhadap mantan Calon Wali Kota Manado Prof. Dr. Julyeta P.A. Runtuwene, M.Si

“Hari ini yang diperiksa hanya 2 orang, mantan Pembantu Rektor I dan III. Nanti untuk lebih jelasnya akan ada keterangan pers dari pihak Kejari Manado pada Kamis nanti,” pungkas personil Kejati Papua yang terindentifikasi bernama Viko Purnama, Selasa (12/1/2021) sore tadi.

Dia juga mengatakan pemeriksaan terkait mantan petinggi Unima tinggal menunggu printah dari atasan.

Usai ditemui awak media tin penyidik kemudian meninggalkan pelataran parkir menggunakan kenderaan roda 4 jenis sedan mewah.(dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *