Rapat KUA-PPAS APBD-P 2020, Fraksi PDIP Manado ‘Membisu’

Manado, SwaraKawanua.ID-Rapat kesepakatan KUA-PPAS APBD-P 2020 antara Badan Anggaran (Bangat) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kota Manado berlangsung alot. Pasalnya, banggar DPRD kota Manado dan TAPD adu argument terkait rencana pinjaman dana Rp 300 miliar Pemkot Manado yang akan dimasukkan ke APBD-P 2020 kota Manado. Itu karena nota pengantar keuangan yang disampaikan Walikota Manado DR. GS. Vicky Lumentut dihadapan lemba dewan beberapa waktu lalu tidak menyebutkan dana rencana pinjaman 300 milia. Namun pada draf KUA-PPAS APBD-P 2020 angka 300 muncul.

Megahmark

Hal itu yang terungkap di forum rapat banggar DPRD dan TAPD Pemkot Manado, berlangsung di ruang rapat paripurna, Kamis (07/10) tadi siang hingga sore. Anggota fraksi PAN Bobby Daud dan Bambang Hermawan mengkritisi hal itu. Fraksi Demokrat Lilly Walandha dan Royke Anter ikut memperjuangkan nasib Tenaga Harian Lepas (THL), dana lansia dan rohaniawan yang belum dibayarkan. Bagitu juga dengan legislator cantik Mona Kloer sangat tajam mengkritisi pihak TAPD dalam rapat tersebut. Sementara anggota Banggar DPRD kota Manado dari Fraksi terbesar yakni PDIP hanya diam ‘membisu’ dalam rapat kesepakatan KUA-PPAS tersebut. Apakah Anggota banggar dari fraksi PDIP kurang paham terhadap kondisi APBD-P 2020 ataukah main savety dalam rapat tersebut.

Namun pantauan wartawan anggota fraksi PDIP yang duduk di banggar DPRD Jeine Laluyan dan Billy Gosal terlihat datang terlambat dalam rapat penyesuaian kesepakatan APBD-P 2020 tersebut. Sedangkan Jein Sumilat sudah datang sejak awal tapi tidak segetol banggar DPRD kota Manado lainnya. Sementara Rosakita Mansmday tidak kelihatan batang hidung di ruangan paripurna. Jeine Laluyan ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya datang sedikit terlambat karena ada urusan padahal dirinya sejak jam 09.00 WITA sudah berada di ruang rapat tapi belum mulai. (dance Siahaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *