Ronny Sompie: Torang Bangga dengan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Raja Bataha Santiago

Caption: Ronny Sommpie Bersama Warga Nusa Utara. (*).

Manado, Swarakawanua.id- Irjen Pol. (Purna) Dr. Ronny Sompie SH, MH menuturkan, gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada Raja Bataha Santiago asal Manganitu, Sangihe, sungguh suatu kebanggan yang luar biasa bagi warga Nusa Utara.

Itu karena penantian sekian lama warga Nusa Utara akan gelar Pahlawan Nasional kepada Raja Bataha merupakan suatu kehormatan bagi seluruh warga Nusa Utara yang tersebar di Bumi Nusantara terlebih di Provinsi Sulawesi Utara.

“Torang bangga kepada Raja Bataha dari Manganitu akan gelar Pahlawan Nasional,” ucap Mantan Kapolda Bali ini.

Mantan Kadiv Humas Polri ini menuturkan, Raja Bataha berjuang melawan VOC dengan sikap gagah berani dan heroik serta penuh keteladanan.

Sehingga mampu mengusir penjajah dan ini suatu bukti keberanian dan kecintaan warga Nusa Utara terhadap daerah ini.

Di sisi lain, Ronny Sompie yang adalah Caleg DPR RI Dapil Sulut dari Partai Golkar menuturkan, upacara di Taman Makam Pahlawan pada setiap tanggal 10 November adalah bagian dari tradisi kita untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan bangsa yg telah berjuang demi Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Tanggal 10 November 1945 dikenal sebagai hari kepahlawanan nasional di saat para pejuang kita arek arek Soeroboyo melawan Belanda yg ingin menguasai dan melanjutkan penjajahannya atas Indonesia,” ucap putra asli Tonsea asal desa Sukur, Kabupaten Minut ini.

Oleh karena itu, lanjut mantan Dirjen Imigrasi Kemenkumham ini, kita perlu menanamkan dan memelihara jiwa dan semangat patriotisme generasi muda sekarang ini melalui upacara di TMP sebagai cara kita memberikan penghormatan atas keteladanan para pejuang bangsa mendapatkan dan memelihara kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kemerdekaan RI tidak merupakan hadiah dari negara manapun juga, kecuali atas jerih payah pengorbanan dengan darah, air mata dan jiwa para pahlawan bangsa yg telah gugur di medan juang melawan penjajah dari negara kita Republik Indonesia,” tutur figur politisi yang sangat familiar dengan rakyat ini. (Danz*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *