Tindak Lanjut Laporan Benny Rhamdani, Kepolisian Polda Sulut Perlu Banyak Belajar Pasal

Manado, Swarakawanua.id – Patut dipertanyakan kinerja dari oknum di Polda Sulawesi Utara (Sulut). Pasalnya, Aliansi Gerakan Generasi Muda (Garuda) Minahasa sudah tiga hari berturut-turut sejak Jumat (23/2/24) hingga Senin (26/2/24) mengadukan dugaan pencemaran nama baik pendukung Prabowo oleh Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani.

Video yang viral di media sosial itu mendapat kecaman dari relawan serta pendukung Prabowo. Dimana pernyataan Rhamdani agar masyarakat jangan mau tertipu dengan ‘Prabowo Style’ juga Pemilihan Presiden yang dilakukan secara ‘Demokrasi Najis’.

Megahmark

Hal itu telah diadukan ke Polda Sulut oleh Ketua Dewan Pembina Garuda Minahasa Alvis Mecristo Sumilat. Akan tetapi selama tiga hari ini upaya yang dilakukan oleh Garuda Minahasa dibawah komando Alvis malah dibuat ngambang ketika dilakukan konseling.

“Dari Jumat hingga Senin ini dari pihak kepolisian masih mencari pasal apa yang pas dengan apa yang kami laporkan. Disini saya jadi bingung kami pelapor malah disuruh mencari pasal yang bisa dikaitkan dengan laporan kami,” beber Alvis.

Alvis menegaskan, bila laporan ini tidak diterima pihaknya dan bahkan pendukung dan relawan Prabowo yang notabene adalah Probowo style sebanyak mungkin akan datang menyambangi Polda Sulut.

“Kita ketahui bersama kemenangan telak Bapak Prabowo di Sulut sangat signifikan. Tadi kurang lebih 30an orang yang hadir. Kami tidak mengancam tapi dalam waktu dekat akan lebih banyak lagi Prabowo style yang akan mengadukan Benny Rhamdani ke Polda,” tandasnya.

Disisi lain mewakili tim Penasehat Hukum (PH) Aliansi Garuda Minahasa/Prabowo Style yang adalah pendukung dan relawan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 Noch Sambouw, SH, MH, CMC menjelaskan terkait laporan tersebut kliennya masih diombang-ambingkan atau laporannya belum diproses.

“Jadi, karena saya tidak bisa mendampingi tadi di Polda. Menurut klien saya mereka tadi petugas konseling Polda Sulut mengatakan bahwa hal yang dilaporkan oleh pelapor Aliansi Garuda Minahasa mewakili Prabowo Style bahwa masih dicari pasalnya. Padahal itu sudah jelas klien kami mengatakan mereka dirugikan karena ulah dari Pak Benny Rhamdani yang mana Prabowo Style itu telah menipu rakyat juga dia mengatakan bahwa demokrasi yang sudah dilaksanakan di Pilpres 2024 adalah demokrasi najis,” jelasnya.

“Dari sini sudah jelas bahwa tujuan dari pelaporan ini adalah pencemaran nama baik. Kami berharap dari pihak kepolisian untuk dapat berkerja sama dan laksanakan tugas dengan sebaik mungkin. Kan sudah ada SOP-SOPnya bahkan sudah disumpah UU Kepolisian Indonesia jelas selain itu kalian digaji oleh masyarakat. Jadi, apabila ada keluhan dari masyarakat yang merasa dirugikan tolong lah untuk diterima. Karena yang sifatnya laporan yaitu masyarakat melapor tolong diterima karena ada prosesnya,” sambungnya.

Noch menegaskan hal ini tentu akan meminimalisir terjadinya gesekan yang akan menimbulkan instabilitas keutuhan negara. Menurutnya, terkait subjek dan legalitas dari pelapor itu sudah jelas karena meras dirugikan atas apa yang diucapkan oleh Benny Rhamdani.

“Subjeknyakan Prabowo Style jadi pelapor merasa mereka adalah bagian dari itu karena mereka adalah relawan dari Prabowo bahkan mereka sering melakukan orasi dan gerakan seperti Prabowo nah itulah mereka seperti yang diucapkan oleh Benny Rhamdani Prabowo Style yang menurutnya telah menipu masyarakat di Pilpres 2024,” kata Sambouw.

“Pelapor juga kan sebagai masyarakat yang telah mengikuti demokrasi dia merasa dihina dan dirugikan oleh Benny Rhamdani atas ucapannya dimana demokrasi yang telah dilakukan demokras najis. Jadi, berbicara demokrasi semua yang sudah mengikuti Pemilihan Presiden menyurutnya semua orang yang mengikuti adalah najis. Itulah para pelapor itu selain Prabowo Style mereka juga telah melakukan demokrasi,” tuturnya.

“Jadi demi kestabilan negara saya meminta pihak kepolisian dalam hal ini Polda Sulut untuk dapat memperhatikan hal ini. Karena ucapan Benny Rhamdani dapat menjadi pemicu bagi para pendukung calon Presiden,” tambahnya.

Untuk itu Ketua Pembina Aliansi Garuda Minahasa dan PH Noch Sambouw, SH, MH, CMC meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk dapat meninjau atau mengevaluasi kinerja dari Benny Rhamdani sebagai Kepala Badan P2MI.

“Kalau jadi pejabat haruslah berprilaku yang baik dan sopan. Jika memang demikian ada baiknya Benny Rhamdani diganti atau dicopot dari jabatannya saat ini,” tandasnya diaminkan Alvis dan Prabowo Style lainnya.

Konseling yang dilakukan oleh Alvis dan Aliansi Garuda Minahasa juga dilakukan bersama Ditreskrimum namun tak membuahkan hasil.(Mesakh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *