Sangihe,Swarakawanua.id- Jaya Takaliuang Bawole, jurnalis asal Kepulauan Sangihe, kembali menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas jurnalistik di wilayah perbatasan.
Pria kelahiran 17 Oktober 1997 ini dibesarkan di keluarga yang sangat sederhana. Kondisi tersebut tak mematahkan semangatnya dalam mengejar pendidikan. Pada 2021, Jaya menyelesaikan kuliah di FISIP Universitas Negeri Manado jurusan Pendidikan Kewarganegaraan.
Kemarin, Jaya mendapat tugas meliput kegiatan penyaluran bantuan dampak gempa di tiga pulau perbatasan Indonesia-Filipina. Bersama rombongan DPC PDI Perjuangan Kepulauan Sangihe, ia bertolak dari Pelabuhan Nusantara Tahuna menggunakan Kapal Laut Sabuk 109.
Setibanya di lokasi, saat mendampingi rombongan menuju Pantai Kampung Matutuang menggunakan speedboat, Jaya dan rombongan dihantam gelombang besar. Ia dan rombongan basah kuyup oleh air laut, bahkan kamera yang dibawanya ikut terkena hantaman ombak.
Kondisi tersebut tidak mematahkan semangat Jaya. Ia tetap mengejar informasi dan memastikan dokumentasi kegiatan berjalan untuk dijadikan bahan pemberitaan.
Selama 6 tahun bertugas di Kepulauan Sangihe, Jaya dikenal sebagai wartawan yang tekun dan kerap turun langsung ke lapangan. Baginya, profesi jurnalis adalah jalan pengabdian bagi masyarakat di daerah terluar Indonesia.(Gops07)


























