Astaga! 225 Anggota Jemaat Zaitun Karoweru Gelar Demo Damai Tolak Putusan BPMJ

Manado, Swarakawanau.id-Warga jemaat GMIM akan serentak melakukan pemilihan pelayan khusus untuk periode 2022-2026. Sedikitnya 1030 jemaat/gereja akan menggelar “pesta demokrasi” gerejawi itu.

Persiapan dan tahapan pemilihan sudah dilakukan sejak Februari 2021 lalu dan diatur, antara lain lewat tata gereja. Panitia pemilihan juga sudah dibentuk dan untuk di tingkat sinode diketuai Bpk Gubernur Olly Dondokambey.

Sayangnya, iven 4 tahunan ini sedikit tercoreng dengan adanya spanduk dan baliho-baliho yang tersebar tertancap di sekitaran wilayah pelayanan GMIM Zaitun Karombasan Ranotana Weru wilayah Manado selatan.

Baliho bermacam ukuran itu menuliskan penolakan penataan dan pemetaan kolom serta pemilihan di Jemaat Zaitun.

Sedikitnya 225 anggota jemaat bertanda tangan dalam surat penolakan dan menyatakan tidak setuju dengan keputusan Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) karena dianggap melanggar banyak tahapan.

Mereka juga mengatakan tidak akan mengambil bagian di hari pemilihan tanggal 15-17 Oktober. Dari tanda tangan penolakan itu tak sedikit tua tua jemaat ikut bertanda tangan sehingga di jemaat ini sekarang terjadi pro dan kontra.

Mereka akan menggelar demo/aksi damai penolakan pemetaan jemaat oleh BPMJ Zaitun Karoweru dengan berjalan kaki/ kendaraan Sabtu (08/10/20219 sekitar pukul 15.00 Wita di seputaran wilayah pelayanan sambil mengangkat spanduk berisi penolakan.

“Akhir demo mereka akan kumpul di gereja sambil menyampaikan aspirasi penolakan dan juga puji pujian,” ujar
Sym F Manoppo dan Pnt. J Lintang sesuai rilis yang masuk ke redaksi Swarakawanua.id. (Danz).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed