oleh

263 Unit Homestay Sebesar 36,6 Miliar di Daerah Wisata di Sulut Diduga Bermasalah

-Sulut-254 Dilihat

Caption::Salah Satu Bentuk Homestay. (*).

Manado, Swarakawanua.id-Proyek Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) dalam bentuk rehabilitasi dan renovasi homestay melalui dana APBN dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (PP2P) Kementerian PUPR Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) sebanyak 263 unit bangunan tahun anggaran 2021, berbandrol 36,6 miliar disinyalir kuat bermasalah.

Program homestay puluhan miliar itu terdapat di satu kelurahan di Kota Manado dan tiga desa di Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Sebagiamana informasi yang diperoleh menyebutkan, homestay di tiga desa kawasan wisata yang berada di daerah Likupang Timur yakni Desa Marinsow, Pulisan dan Kinunang, diduga ada yang tidak beres pembangunannya. Dimana ada bangunan homestay tidak difungsikan, karena bangunan belum selesai. Diduga kuat kehabisan dana sampai kelanjutan renovasi dan rehabilitasi homestay tidak dilanjutkan.

Warga di daerah itu sempat menyoroti keras proyek homestay yang menelan anggaran sangat fantastis di tiga desa wisata di Kabupaten Minahasa Utara tersebut.

“Total Homestay untuk tiga desa sebanyak 217 unit,” ucap warga kepada wartawan.
Warga berharap pihak Balai Kawasan Pemukiman dan Perumahan Kementerian PUPR Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) memperhatikan puluhan rumah yang pembangunan terhenti tersebut, karena tersendat pendanaan.

Sementara itu, pihak Balai Kawasan Pemukiman dan Perumahan Kementerian PUPR Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) saat dikonfirmasi wartawan Selasa (14/06/2022) menjelaskan, pihaknya hanya memfasilitasi kegiatan pembangunan.

Dana kegiatan pembangunan 217 homestay di tempat tersebut dicairkan kepada masyarakat sebagai penerima bantuan program homestay dari kementerian.

“Anggaran per unit homestay 115 juta dari sebelumnya 180 juta karena refucussing anggaran Covid,” ujar salah seorang pegawai yang berulang kali menyebutkan bahwa dirinya akan segera turun lapangan.

“Bu, saya sudah mau turun lapangan cuma ada bapak-bapak wartawan menanyakan hal ini dan mereka sudah janjian kemarin,” kataya via ponsel kepada salah satu pimpinannya.
Pimpinannya juga menyarankan untuk kegiatan ini akan disampaikan langsung oleh atasan mereka. “Esok, pimpinan akan jelaskan kepada bapak-bapak wartawan,” tutupnya. (Danz*).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.