Caption: Gardu PLN Sudah Dalam Kondisi Miring Akibat Pembongkaran Buta-buta tim PUPR Kota Manado. (*).
Manado, Swarakawanua.id-Aksi pembongkaran anak sungai yang dilakukan tim PUPR Kota Manado nyaris bentrok dengan warga Paal II Lingkungan 10, Senin (04/04/2022) tadi pagi.
Akibatnya, Warga marah atas pembongkaran talud anak sungai yang menahan gardu PLN di bibir anak sungai samping Rumah Sakit Umum (RSU) Manado Medical Center (MMC).
Pasalnya, gardu PLN nyaris roboh setelah tim PUPR Manado melakukan pembongkaran buta-buta talud menggunakan alat berat tanpa koordinasi dengan warga bahkan pihak manajemen rumah sakit MMC yang terletak di kawasan Paal 2.
Tak pelak, gardu PLN berukuran besar itu tampak tergantung di bibir anak sungai akibat pembongkaran Talud oleh pihak PUPR Kota Manado. Padahal, Talaud penahan Gardu PLN itu, baru saja dibangun sementara oleh pihak rumah sakit MMC atas permintaan warga setempat.
Namun mirisnya lagi, tindakan buta-buta itu dilakukan tim lapangan PUPR Kota Manado menghancurkan talud penahan Gardu PLN tersebut.

Kegiatan itu akhirnya terhenti setelah warga dan pihak manejemen MMC datang melarang dan menahan aksi pembongkaran Talud demi kenyamanan warga. Bahkan warga juga ikut memberikan pengertian akan keberadaan gardu PLN yang sudah dalam kondisi nyaris roboh akibat aksi buta-buta PUPR kota Manado itu.
Pembongkaran talud itu telah membawa-bawa nama Walikota Manado Andrei Amgouw oleh tim pengawas PUPR Kota Manado yakni lelaki Donal.
.
“Pengawas so bawa-bawa nama walikota padahal sudah saya larang karena gardunya sudah hampir roboh,” ucap Sat Lantas Pak Eko, namun mereka tak hiraukan termasuk Ketua Lingkungan 10 Kelurahan Paal 2 , Kecamatan Paal 2 Kota Manado yakni lelaki Wilson Umboh yang terkesan arogansi.
“Nanti warga datang baru mereka berhenti karena gardu sudah mau roboh,” kata dia.
Pihak manajemen rumah sakit MMC melalui Humas yaknj Adrian Kaeng SE menyayangkan sikap tim PUPR Kota Manado yang melakukan tindakan pembongkaran talud yang nyaris robohkan gardu PLN.
“Harusnya, mereka koordinasi dengan warga dan rumah sakit untuk kegiatan pembongkaran, karena talud itu baru saja dibangun sementara untuk menahan gardu oleh kami (Rumah sakit MMC,red) atas permintaan warga. Tapi mereka datang langsung main bongkar begitu saja,. Sekarang minta kami untuk membangunnya lagi abis bongkar buta-buta,” ucap Humas rumah sakit MMC yang selama ini mendukung full semua program Kerja Pemkot Manado yang dipimpin Walikota Andrei Angouw dan Richard Sualang.
“Kami juga beberapa waktu lalu membersihkan anak sungai yang ada. Harusnya, mereka membongkar atau menggali anak sungai atau talud lainnya yang ada di situ, bukan langsung membongkar Talaud yang akan membahayakan warga,” tutur dia sambil menuturkan semua kegiatan pihak PUPR Kota Manado didukung oleh pihak hanya saja pembongkaran tadi pagi picu kemarahan warga, karena dilakukan buta-buta. (Danz*).






















