Caption: Anggota DPRD Kota Manado, Jeane Laluyan. (*).
Manado, Swarakawanua.id-DPRD Kota Manado menggelar rapat Paripurna dengan agenda Laporan Bapemperda dan Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun anggaran. 2022, Penandatanganan Keputusan DPRD Kota Manado Tentang Propemperda tahun 2022 serta Penyampaian Penjelasan Walikota Atas Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPJ) Wali Kota Manado Tahun Anggaran 2021.
Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Manado Altje Dondokambey didampingi dua wakil ketua yakni Noortje Van Bone dan Adri Laikun serta dihadiri anggota DPRD kota Manado serta para Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemkot Manado.
Menariknya, usai Walikota Manado Andrei Angouw menyampaikan LKPJ Walikota Manado, maka interupsi sejumlah anggota DPRD kota Manado terlebih fraksi Nasdem berkaitan dengan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) sederhana yang terletak di kelurahan Tingkulu, kecamatan Wanea, Kota Manado.
Fredrik Didi Tangkau mengatakan, pihaknya mendukung program pemerintah kota Manado untuk kegiatan renovasi tapi dia menyayangkan pemerintah tidak memberikan ruang kepada pihaknya sebagai anggota DPRD Kota Manado untuk menyampaikan aspirasi serta keluhan-keluhan warga Rusunawa sehingga mereka harus datang ke kantor DPRD Kota Manado.
“Untung saja pak Sekwan memberikan makanan kepada mereka dan ibu Jurani Rurubua membantu mereka mengontrak rumah kepada mereka selama satu bulan. Dan juga ada seorang bapak yang ikut membantu mereka warga Rusunawa. Kami minta juga pemerintah memberikan prioritas kepada warga Rusunawa,” ucap Didi Tangkau dalam rapat paripurna DPRD kota Manado.
Selain itu juga, Yanty Komendong dari Fraksi Nasdem ikut mensupport Didi Tangkau dengan mengkritisi pengosongan Rusunawa. Dia mengatakan, pemerintah harus melihat dam memberikan bantuan kepada warga Rusunawa yang dikeluarkan Pemkot Manado.
“Harusnya, pemerintah memperhatikan warga Rusunawa yang ada, karena setelah kami turun ke lapangan ternyata banyak yang benar-benar warga miskin karena mendapat bantuan dari pemerintah pusat,* ucap Yanty Kumendong.
Kritikan fraksi Nasdem serta beberapa anggota DPRD Kota Manado terkait Rusunawa dimentahkan Srikandi pemberani PDIP, Jeane Laluyan. Anggota Komisi I DPRD Kota Manado yang dikenal sangat vokal mengkritisi kepemimpinan Walikota Manado sebelumnya yakni GS. Vicky Lumentut ini, secara terang-menderang pasang badan kepada Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang terhadap kritikan anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Nasdem tersebut.
Dia menuturkan, apa yang dilakukan Walikota Manado dan Wawali Manado telah membawa perubahan besar terhadap kemajuan kota Manado. Berbagai terobosan-terbosan dilakukan Walikota dan Wawali Manado sangat dirasakan masyarakat seperti penanganan sampah dan penanganan banjir di kota Manado.
Dia juga mementahkan pernyataan Dua legislator Nasdem yakni Didi Tangkau dan Yanty Komendong soal Rusunawa, karena program renovasi oleh Pemkot Manado menurutnya, sangat baik kepada masyarakat kota Manado terlebih warga yang menginap di tempat tersebut.
“Jangan hanya pake perasaan tanpa sinkronisasikan dengan logika. Jika hanya koar-koar dan mencari simpati rasanya tdk berguna. Jangan bicara kemanusiaan sekrang, kenapa dari dulu banyak yang terzolimi hanya diam? Saya peduli dan merespon aspirasi masyarakat dengan baik agar tepat sasaran dgn cara yg benar.
Kroscek dan koordinasi dgn baik baru bicara. Jangan cuma pake hati tapi pakai logika sesuai data yang ada,” terang Laluyan.
Dimana katanya, warga akan tinggal layak dan nyaman di Rusunawa setelah bangunan itu direnovasi Pemkot Manado. Selain itu juga, orang-orang yang ber-KTP Manado serta masuk kategori tidak mampu akan tinggal di tempat tersebut setelah selesai kegiatan renovasi.
Kanter balik yang dilakukan Jeane Laluyan terhadap dua legislator Nasdem itu mengundang applous dari forum paripurna DPRD Kota Manado terlebih Walikota dan Wawali Manado serta Ketua DPRD Kota Manado Altje Dondokambey yang tampak memuji sosok Jeane Laluyan. (Danz*).





















