Caption: Nicky Lumingas SH.(*).
Manado, Swarakawanua.id- Semakin berkurangnya kesadaran warga untuk mengenal dan menggunakan bahasa daerah, membuat Bacaleg Golkar Nicky Lumingas rindu untuk memasukan pelajaran budaya dan bahasa daerah ke kurikulum pendidikan sekolah di Sulut termasuk di Kota Manado.
Menurutnya, mata pelajaran budaya dan bahasa daerah bisa diterapkan di seluruh tingkatan mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP bahkan SMA/SMK sederajat.
‘Nantinya mengutus guru muatan lokal bahasa daerah, untuk mengajarkan anak-anak mencintai dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan mereka sehari-hari, ” ungkap Mantan Penatua Pemuda GMIM Imanuel Wanea ini.
Dia menuturkan, jika kearifan lokal termasuk bahasa daerah, tidak boleh dilupakan dan justru harus terus dijaga dan dilestarikan.
Sehingga ke depannya tidak tergerus oleh masa dan waktu.
“Budaya dan adat istiadat para leluhur kita harus dijaga supaya tidak terkikis dengan modernisasi yang ada saat ini, ” ucap dia.
Nicky Lumingas yang juga pengacara muda nan sukses ini mencontohkan tradisi dan budaya lokal dijaga dan dilestarikan masyarakat di Bali. “Walaupun budaya asing masuk di tengah-tengah masyarakat Bali tapi budaya dan bahasa daerah mereka dilestarikan dan menjadi objek wisata bagi mereka. Begitu juga di daerah ini, kita harus menjaga semua budaya termasuk bentuk tari-tarian yang menjadi kekayaan kearifan lokal kita,” kata Dia mencontohkan.
Dia berharap pemerintah harus memikirkan dan mengambil kebijakan dalam menerapkan budaya dan bahasa daerah masuk ke kerikulum sekolah tanpa mengabaikan kericulum nasional.
“Jadi, bisa saja penerapan budaya dan bahasa daerah ini dimasukan dalam ekstra
kulikuler anak di sekolah, ” saran Bacaleg Golkar Dapil Wenang-Wanea ini.
Dia menambahkan, kemampuan berkomunikasi anak didik dapat meningkat dan menimbulkan apresiasi terhadap budaya daerah sehingga bisa lebih mengenal, serta berkemauan untuk menjaga budaya daerah yang kita miliki saat ini. (Danz*).




















