Manado,Swarakawanua.id-Anggota DPRD Kota Manado dari Dapil Sario Malalayang Dolfie Angkouw menggelar agenda reses pertama DPRD Kota Manado tahun 2024, Jumat (02/01/2024) sekitar pukul 16.00 Wita.
Reses Dolfie Angkouw melibatkan puluhan nelayan yang tinggal di pesisir pantai Kecamatan Sario dan Malalayang.
Dalam reses itu, Dolfie Angkouw menyerap aspirasi nelayan yang sangat membutuhkan dermaga dan tambatan perahu.
Dolfie Angkouw yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Manado ini mengatakan bahwa dermaga dan tambatan perahu di daerah Sario dan Malalayang sudah sangat desak untuk dibuat bagi nelayan di Sario dan Malalayang.

“Aspirasi nelayan ini akan saya teruskan dan konkrit ke pemerintah dan saya akan perjuangkan di DPRD Kota Manado,” ungkap Dolfie Angkouw.
Dia menyebutkan, APBD Kota Manado tahun 2024 ini sudah berjalan, sehingga Dolfie Angkouw berjanji akan mengusulkan tambatan perahu jadi prioritas di daerah Bahu di APBD Perubahan tahun 2024.
“Saya saat ini masih kembali mencalonkan diri anggota DPRD Kota Manado tapi periodesasi anggota dewan saya akan berakhir pada bulan Agustus nanti. Sehingga saya tetap akan memperjuangkan aspirasi nelayan di daerah sini,” janji Dolfie Angkouw yang juga anggota Komisi I DPRD Kota Manado ini.
Dolfie Angkouw yang juga Caleg DPRD Kota Manado nomor urut 1 dari Partai Golkar Dapil Sario Malalayang ini menegaskan, bahwa aspirasi nelayan ini akan dibuat dalam bentuk rekomendasi kepada pemerintah kota dalam hak ini Walikota Manado.
“Saya akan kawal aspirasi nelayan ini sampai ke pak Walikota Manado pak Andre Angouw. Karena itu, saya minta perwakilan nelayan satu, dua atau tiga orang untuk ketemu pemerintah dalam pak walikota Manado,” ujar legislator Manado paling vokal dan kritis terhadap persoalan publik di Kota Manado terlebih infrastruktur di kecamatan Malalayang dan Sario ini.
Beberapa nelayan yang diberikan kesempatan bertanya juga menuturkan bahwa di pesisir pantai Kota Manado hanya di daerah Bahu belum ada tambatan perahu.
Padahal Walikota Manado Andrei Angouw pernah berjanji kepada nelayan akan membuat tambatan perahu bagi nelayan di Bahu.
Nelayan juga menyebutkan tambatan perahu harus dibuat secara abadi kepada nelayan. “Kalaupun dibuat jangan asal biking tapi harus yang berkuaitas supaya tahan lama,” terang nelayan. (Danz*).





















