Serap Aspirasi di Tiga Daerah, Rio Dondokambey Ajak Kaula Muda Perangi Judi Online

Manado,Swarakawanua.id-Sebagai corong rakyat Sulut di gedung Senayan, Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP yakni Rio Dondokambey turun ke Dapil untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah Bumi Nyiur Melambai.

Kunjungan Kerja  pada masa Reses Persidangan II tanun anggaran 2024-2025, Rio Dondokambey turun ke tiga daerah untuk bertatap muka dengan masyarakat terlebih kalangan anak muda.

Tiga daerah yang digelar reses yakni Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kabupaten Minut dan Kota Manado.

Oplus_131072

Kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat Sulut oleh Rio Dondokambey dilaksanakan selama tiga hari terhitung tanggal 27-29 Maret 2025,

Anggota Komisi XI DPRI ini, berbincang-bincang dengan konstituennya di Sulut untuk diperjuangkan di gedung Senayan.

Dalam berbagai kegiatan reses, Rio Dondokambey menekankan point terpenting dalam agenda reses itu yakni maraknya judi online (Judol) saat ini.

Dia  mengajak generasi muda untuk tak hentinya memerangi bentuk praktik judi online (judol) yang marak terjadi  di masyarakat.


Oplus_131072

Menurut dia, judi online akan merusak tatanan kehidupan sosial dan sangat merugikan masyarakat.. Dan imbasnya, kata Rio Dondokambey masyarakat akan melakukan peminjaman baik secara tradisiona maupun online.

Bahkan aset atau barang berharga bisa digadai maupun dijual yang penting bisa main judi online..

Karena itu, Rio meminta kaangan muda mudi untuk tidak main-main  perangi dan lawan judol di tengah-tengah masyarakat. Dan imbas dari Judol

Oplus_131072

“Mau sehebat apapun bermain judi online, tetap akhirnya kalah. Lama-lama habis dan terlitit hutang,” kata Rio.

Rio menjelaskan,  siklus untuk akun yang baru bermain, biasanya dikasih menang di awal. Dan masyarakat akan merasa mendapat uang cepat.
“Akhirnya terus bermain, dan lama-lama juga akan kalah,” tutur dia.
Rio mengatakan, tugas  Komisi XI DPR RI untuk terus menyampaikan kepada masyarakat untuk jangan sampai terlibat judi online.
“Ini semua (judol) serba komputer, sebab hal itu cuma akal.akalan alias diatur saja,” ujar dia.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memulai dari diri sendiri dalam menghentikan bentuk  judol lewat komputer maupun hand phone.

“Mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga pertemanan lantaran efek sosialnya sangat besar.” kata Dia.

Rio menambahkan pihaknya sudah melakukan upaya pemberantasan judi online di negeri ini.

Dimulai dari target jangka panjang dan jangka pendek.
“Kalau dari Komisi XI DPR RI, sebagai mitra kerja kami, telah mendorong pihak perbankan untuk lebih jeli dalam memperhatikan perputaran uang yang terindikasi judol. Hasilnya, 10 ribu rekening bank yang terindikasi judol diblokir,” sebut dia.

“Solusi jangka panjang ada di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang merupakan Komdigi mitra kerja Komisi I DPR RI,” tandasnya. (Danz*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed